Rejang Lebong, Tintabangsa.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bengkulu bersama PT Pos Indonesia resmi meluncurkan Pilot Project Mitra Layanan Bank Indonesia (MILA) di Provinsi Bengkulu sekaligus meresmikan Digitalisasi Layanan Pajak Aman (DILAN) berupa pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menggunakan QRIS di Kabupaten Rejang Lebong, Rabu. (19/5/2026).
Peluncuran ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses layanan kas Bank Indonesia kepada masyarakat, menjaga ketersediaan uang Rupiah layak edar, serta mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah. Kegiatan dipusatkan di Kabupaten Rejang Lebong dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong, unsur Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perbankan, seluruh camat se-Kabupaten Rejang Lebong, Executive General Manager PT Pos Indonesia KCU Bengkulu, serta jajaran pimpinan kantor cabang dan kantor cabang pembantu PT Pos Indonesia.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengatakan bahwa Bank Indonesia berkomitmen menjaga ketersediaan uang Rupiah yang layak edar di seluruh wilayah Indonesia melalui penguatan layanan kas, edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Bank Indonesia terus memastikan uang Rupiah yang beredar di masyarakat berada dalam kondisi layak edar, berkualitas, dan mudah diakses. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui perluasan layanan kas dengan menghadirkan Mitra Layanan Bank Indonesia,” ujarnya.
MILA merupakan pihak nonbank yang ditunjuk Bank Indonesia untuk melakukan kegiatan penukaran uang Rupiah serta memberikan layanan kepada masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku. Pilot project MILA di Bengkulu menjadi yang kedua di Indonesia setelah sebelumnya diterapkan di Kalimantan Selatan.
Dalam tahap awal implementasi, layanan MILA tersedia di tiga lokasi, yakni PT Pos Indonesia KCU Bengkulu, PT Pos Indonesia KC Curup, dan PT Pos Indonesia KCP Argamakmur.
Melalui layanan ini, masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi, mulai dari penukaran uang tunai ke tunai (cash to cash), penarikan uang tunai dari saldo elektronik atau tabungan termasuk melalui QRIS (digital to cash), hingga penyetoran uang tunai menjadi saldo uang elektronik Pospay (cash to digital).
Executive General Manager PT Pos Indonesia KCU Bengkulu, Andrianto, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Bank Indonesia kepada PT Pos Indonesia sebagai pelaksana pilot project MILA di Bengkulu.
“Kerja sama ini menjadi bentuk komitmen PT Pos Indonesia dalam mendukung perluasan akses layanan keuangan dan kemudahan transaksi bagi masyarakat hingga ke berbagai wilayah di Provinsi Bengkulu,” katanya.
Selain peluncuran MILA, kegiatan tersebut juga menjadi momentum percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah melalui peluncuran Digitalisasi Layanan Pajak Aman (DILAN) Kabupaten Rejang Lebong. Program ini memungkinkan masyarakat membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara non tunai menggunakan QRIS.
Dengan sistem pembayaran digital tersebut, masyarakat dapat membayar pajak dengan lebih mudah, cepat, aman, dan transparan. Di sisi lain, pemerintah daerah memperoleh manfaat berupa peningkatan efisiensi layanan, transparansi transaksi, serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pembayaran PBB melalui QRIS juga dapat dilakukan di loket PT Pos Indonesia yang telah menyediakan fasilitas pembayaran digital tersebut.
Bank Indonesia menilai digitalisasi pembayaran daerah bukan sekadar perubahan metode transaksi, tetapi merupakan bagian dari reformasi layanan publik yang modern dan adaptif. Karena itu, keberhasilan digitalisasi memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai, koordinasi lintas instansi, perluasan penggunaan di masyarakat, serta edukasi yang berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh camat se-Kabupaten Rejang Lebong untuk mendukung perluasan digitalisasi transaksi serta penguatan perlindungan konsumen. Para camat diharapkan menjadi ujung tombak edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
Sekretaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong, Iwan Sumantri Badar, menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas sinergi yang terus dibangun bersama pemerintah daerah dalam memperluas layanan kas dan memperkuat digitalisasi pemerintahan.
“Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, Bank Indonesia bersama seluruh mitra strategis akan terus memperkuat sinergi guna menghadirkan layanan yang lebih dekat, mudah, aman, dan inklusif. Kehadiran MILA di Provinsi Bengkulu dan DILAN di Kabupaten Rejang Lebong diharapkan menjadi contoh kolaborasi layanan publik yang modern, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.(TB)

