AKPAR Nusantara Siap Gelar Sertifikasi HACCP Dapur Se-Provinsi Bengkulu, Targetkan Standar Keamanan Pangan Meningkat

BENGKULU UTARA, TINTABANGSA.COM – Setelah sukses menyelenggarakan pelatihan berbasis Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), Akademi Pariwisata Nusantara (AKPAR) kembali bersiap menggelar sertifikasi kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk skema cook, HACCP dapur, dan relawan se-Provinsi Bengkulu.

Ketua panitia pelaksana, M. Purnama, menyampaikan bahwa kegiatan sertifikasi dijadwalkan berlangsung pada 30 Mei 2026 mendatang. Tingginya minat dari mitra, khususnya pengelola dapur SPPG di berbagai daerah, menjadi indikator kuat bahwa kebutuhan terhadap standar keamanan pangan semakin meningkat.

“Antusias peserta cukup tinggi. Sejumlah dapur SPPG di Provinsi Bengkulu sudah mendaftar dan siap mengikuti sertifikasi ini,” ujar Purnama, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan tersebut akan digelar di Mercure Hotel Bengkulu dengan menghadirkan narasumber serta auditor dari Indonesia Chef Association. Sertifikasi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas dan standar operasional dapur, khususnya dalam aspek keamanan pangan.

Purnama menegaskan, melalui sertifikasi ini, para pengelola dapur di Bengkulu diharapkan dapat mengantongi sertifikat resmi dari lembaga berkompeten, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap kualitas layanan makanan yang disajikan.

Bagi dapur atau peserta yang belum mendaftar, panitia masih membuka kesempatan hingga 20 Mei 2026. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh dengan menghubungi panitia melalui Shanti Widyaningsih di nomor 0822-2588-8891.

Sebelumnya, AKPAR Nusantara telah sukses menggelar pelatihan dan sertifikasi BNSP serta HACCP pada 4 April 2026 di lokasi yang sama. Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari berbagai pihak dan menjadi dasar penguatan program lanjutan ini.

Purnama juga menambahkan, pihaknya telah menjalin kemitraan dengan dapur SPPG di hampir seluruh kabupaten di Provinsi Bengkulu. “Saat ini hanya Kabupaten Mukomuko yang belum terjangkau, karena keterbatasan waktu dan jadwal kegiatan,” tutupnya.(TB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *