oleh

Opini Mahasiswa Universitas Bengkulu: Enjoy Menggunakan Social Media Juga Butuh Etika

Nama               : Nazwa Iqrami Sakinah

Asal                 : Kota Bengkulu

Status              : Mahasiswa FISIP Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Bengkulu

Universitas Bengkulu, Tintabangsa.com – Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di era digital kini terus berkembang dan banyak mendapatkan perhatian dari public khususnya masyarakat modern. Hampir seluruh aktivitas masyarakat saat ini banyak bergantung pada kemajuan teknologi yang menghadirkan berbagai kemudahan dalam mengakses informasi secara cepat dan luas. Maka tidak dipungiri

jika internet dan new media menjadi bagian terpenting dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu media yang seringmenjadiwadahatautempatfavorite bagimasyarakat modern dalam menjalin interaksi virtual adalah media sosial.

Saat ini media social telah menjadi gaya hidup. Semua orang, tidak pandang usia, terhubung dan berkomunikasi menggunakan media sosial (medsos) dalam berbagai platform. Pengguna dengan sangat leluasa mendapatkan dan berbagi informasi ke seluruh dunia dalam waktu yang sangat singkat. Sayangnya, tidak sediki tterjadi penyalahgunaan medsos yang berujung pada jerat hokum sebaga ikonsekuensi dari penyebaran informasi tanpa memperhatikan kaidah – kaidah etika.

Di medsos, setiap orang dapat menjadi editor untuk dirinya sendiri dan segera melempa rkonten pribadi kepada siapa pun. Ketiadaan editor ahli pada medsos menyebabkan kecepatan penyebaran informasi benar-benar real time. Hanya melalui sentuhan jari di atas handphone, apa yang dipikirkan dan dirasakan penggunanya langsung dapat diunggah atau disebarkan. Medsos telah menciptakan lingkungan yang sangat berbeda dalam berkomunikaksi dan berinteraksi. Di sisi lain, menyisakan problem etis ketika pegiatnya tidak mengindahka netika dan tata krama dalam bermedia sosial.

Peningkatan penggunaan medso sternyata disertai pula dengan masalah privasi dan keprihatinan etis. Persoalan privasi dapat terjadi baik di ranah professional maupun personal yang pada akhirnya berimplikasi pada soal keamanan data. Privasi di medsos sangat sulit dijaga karena media ini memang dirancang untuk berbagi informasi. Lemahnya perlindungan privasi individu dalam ruang ini tidak jarang mengakibatkan perilaku kurang etis dan tidak diinginkan yang berujung pelanggaran privasi dan keamanan, terutama pada kelompok-kelompok pengguna yang paling rentan.

Magnified illustration with the word Social Media on white background.

Selain itu kemudahan media social sebagai saluran komunikasi di era digital juga telah membawa banyak dampak perubahan besar pada pola interaksi masyarakat yang kini terkesan sangat bebas dan lepas kontrol. Para pengguna media social saat ini memiliki kecenderungan untuk membagikan apa saja di jagat maya tanpa memperhatikan etika komunikasi apakah pesan yang dibagikan dapat menimbulkan dampak postif maupun negatif.

Sering kali kita menemukan konflik yang terjadi di media social akibat krisis etika berkomunikasi oleh masyarakat saat membagikan atau menuliskan komentar tertentu pada suatu isu yang sedang berkembang di jagat maya. Tak jarang kata-kata dan tulisan yang bernada kebencian, caci maki, penghinaan hingga cyber bullying kerap kali ditemukan pada berbagai isu krusial seperti masalah politik hingga masalah Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA) yang dikirimkan oleh pengguna media social secarabebas dan tak terkendali.

Hari ini jaringan social menjadi platform pilihan bagi hacker dan pelaku kejahatan lain untuk berperilaku antisosial. Media ini menawarkan volume data/informasi yang besar, dari tanggal lahir, tempatt inggal, tempat kerja, bisnis, informasi tentang keluarga, hingga kegiatan pribadi lainnya. Di banyak kasus, pengguna medsos sering secara tidak sengaja mengungkapkan informasi yang dapat menjadi berbahaya dan tidak pantas. Mengumbar kegiatan pribadi dan professional secara berlebihan di medsos dapat memiliki implikasi negative jangka panjang bagi masa depan seseorang. Melindungi privasi dalam komunitas jaringan hari ini menjadi tantangan besar. Medsos memang seperti pisau bermata dua. Di satu sisi dapat dipergunakan sebagai sarana menyambung silaturahim. Merajut kembali persahabatan yang lama terputus. Namun, dapat pula menimbulkan permusuhan tajam. ‘Perang’ terbuka dengan sumpah serapah yang meluncur tanpa kendali sering kita saksikan berseliweran di dunia maya. Tampaknya etika bermediasosial semakin lama semakin penting untuk mendapat perhatian serius para pegiatnya. (Opini Mahasiswa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar