Mukomuko, tintabangsa.com – Lima tahun sudah Nuryanto memimpin Desa Bukit Mulya, Kecamatan Air Rami, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Dalam kurun waktu lima tahun ini, sejumlah program dan anggaran dana diluar Dana Desa baik dari Pusat dan Provinsi berhasil dibawa pulang ke Desa Bukit Mulya.
Lantas capaian dan program apa saja yang dibawa oleh Nuryanto ke Desa Bukit Mulya dan yang sudah dirasakan masyarakat dalam kurun waktu 5 tahun kepemimpinannya?
Simak penjelasanya berikut ini:
Kades Bukit Mulya, Nuryanto, saat dikonfirmasi tintabangsa.com pada Rabu (28/10/2026) mengaku, bahwa dirinya selama kurang lebih lima tahun memimpin Desa Bukit Mulya, belum merasa berbuat banyak untuk Desa Bukit Mulya tapi mengupayakan dan bekerja keras serta berikhtiar mencari anggaran-anggaran di luar dana desa.
“Karena dana desa itu sendiri sudah diatur dan jelas peruntukannya dan itu se-indonesia mendapatkan dana desa. Dimana realisasi dana desa itu sendiri sudah melalui musyawarah dengan masyarakat desa artinya peruntukannya cukup jelas,” jelasnya.
Tapi lanjut Nuryanto, di luar dana desa Ia juga mengupayakan untuk membangun tidak semata-mata mengandalkan dari Dana Desa, tapi diambil dana dari luar dana desa.
“Jadi dalam kurun waktu lima tahun ini mungkin tidak banyak tapi sudah ada yang dibawa entah itu dana dari Pusat, provinsi, sudah saya bawa pulang ke desa kami. Salah satunya pengadaan air minum atau PAM. Dalam kurun 5 tahun kami dapat 2 titik PAM yang satu titik anggarannya kurang lebih Rp.490 juta. Sementara satu titik lainnya proposalnya kami ajukan tahun 2024 alhamdulillah di ACC oleh pemerintah pusat yaitu jaringan pipanisasi memperluas cakupan warga masyarakat kita,” ujarnya.
Nuryanto lebih jauh mengatakan, dari segi kebutuhan pokok air, sebelum Ia menjadi kepala desa desanya sudah punya satu PAM namun baru sekitar 27 kepala keluarga yang dilayani.
“Tetapi sejak kepemimpinan saya sekarang ini hampir semuanya warga Desa Bukit Mulya mendapatkan air PAM meskipun belum mencapai 100% karena masih ada beberapa rumah warga yang jauh atau akses penyalurannya sangat jauh dan saat kami sedang mencari solusi terbaik untuk hal itu.
Lebih jauh disampaikan Nuryanto, bidang pertanian Ia mengupayakan dana dari provinsi maupun pusat dan sudah dibawa pulang ke Desa Bukit Mulya tujuan utamanya adalah agar supaya masyarakat mendapatkan penghasilan tambahan.
“Yaitu bidang pertanian hortikultura atau bibit buah-buahan sebanyak 3000 batang. Bibit tersebut saya bagikan kepada masyarakat. Bidang pertanian kami juga mendapatkan tiga alat yaitu 2 unit hand traktor dan 1 unit Cultivator.
Bukan itu saja kata Nuryanto, bidang kepemudaan, Ia juga mendapatkan anggaran dana untuk pembuatan lapangan bola.
“Terus sekarang kami juga lagi mengupayakan untuk perbaikan akses vital yaitu jalan penghubung Desa Bukit mulya ke Desa Rami Mulya dan Talang Rio, mudah- mudahan bisa segera terealisasi.
Berikutnya kata Nuryanto, salah satunya perbaikan infrastruktur jembatan sempit di jalan poros desa yang kemarin sudah diajukan lewat program jembatan Garuda yang ditangani TNI dan beberapa hari lalu sudah dilakukan titik nol. Menurut Nuryanto, berdasarkan informasi yang didapat, dalam waktu dekat program pembangunan akses jembatan itu sudah bisa terealisasi.
Nuryanto menyampaikan, untuk bidang pendidikan khususnya yayasan PAUD kini juga sedang diupayakan untuk menyediakan sarana dan prasarana penunjang tempat bermain agar anak-anak PAUD lebih edukatif.
“Apa capaian yang saya sampaikan ini saya sendiri belum merasa puas. Tapi saya akan terus berusaha dan berkoordinasi ke pemerintah pusat provinsi dan daerah bagaimana agar program- program diluar dana desa yang ada di provinsi dan pusat serta daerah bisa kami bawa ke Desa,” ujarnya lagi.
Selain mencari dana dari provinsi maupun Pusat Kades Bukit Mulya, Nuryanto juga mengakui sedang mengupayakan berkomunikasi dengan perusahaan-perusahaan yang langsung berdampingan atau yang berbatas dengan Desa Bukit Mulya yaitu perusahaan PT Alno Puding Mas.
“Kemarin, pihak perusahaan itu, telah membantu kita meminjamkan alat berat untuk perbaikan jalan. Itu salah satu upaya kami. Jadi membangun di desa itu tidak hanya semata-mata mengandalkan dana desa, apalagi sekarang dana desa itu sendiri sudah dipangkas atau dipotong langsung oleh pusat yaitu untuk percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, artinya kalau serta merta hanya mengandalkan dana desa, tentu tidak bisa lagi membangun apa-apa di desa,” ungkapnya.
“Bidang pemukiman sendir,i pada tahun 2024, kita juga mendapatkan
program Sandes dapat sebanyak 25 unit bangunan WC.” Pungkas Nuryanto. (ADV/TB).








Komentar