Pemprov Bengkulu Turun Tangan Tangani Longsor di Lebong, Alat Berat Segera Dikirim

Lebong, tintabangsa.com — Pemerintah Provinsi Bengkulu bergerak cepat membantu penanganan longsor yang menghambat akses jalan di sejumlah titik di Kabupaten Lebong. Bantuan berupa alat berat segera dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan material longsor.

Bupati Lebong, H. Azhari, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi setelah upaya awal menggunakan alat berat dari pihak swasta belum dapat dilakukan, Senin (6/4/2026).

“Memang sebelumnya kami sudah berkoordinasi dengan pihak perusahaan (Jambi Resource, red) namun alat berat yang tersedia menggunakan rantai besi (crawler) sehingga berisiko merusak badan jalan jika digunakan. Karena itu, kami langsung meminta bantuan dari Dinas PU Provinsi,” ujar Azhari.

Respons cepat pun datang dari Pemerintah Provinsi Bengkulu. Melalui Dinas Pekerjaan Umum, bantuan alat berat dengan spesifikasi yang lebih sesuai segera disiapkan untuk dikirim ke lokasi terdampak.

Kepala Dinas PU Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, mengatakan bahwa pihaknya akan mengerahkan alat berat dengan roda karet agar dapat digunakan tanpa merusak infrastruktur jalan.

“Kami sedang menyiapkan alat berat yang menggunakan roda karet. Rencana besok (7/4/2026) dikirim dari Rejang Lebong, dan penanganan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 5 hari karena ada beberapa titik longsor yang harus ditangani,” jelasnya.

Penanganan akan difokuskan di jalur-jalur prioritas yang menjadi akses utama masyarakat, terutama menuju wilayah Air Putih seperti Air Kopras dan Pinang Belapis. Selain itu, wilayah Talang Ratu di Kecamatan Rimbo Pengadang juga menjadi perhatian dalam penanganan tahap awal.

Turunnya bantuan dari pemerintah provinsi ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan akses jalan yang selama ini terhambat akibat longsor. Mengingat jalur tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas masyarakat, termasuk distribusi kebutuhan pokok.

Pemerintah daerah pun mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam merespons kondisi darurat di Kabupaten Lebong. Sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi diharapkan mampu mempercepat penanganan serta meminimalisir dampak yang dirasakan masyarakat.

Sementara itu, masyarakat diimbau untuk bersabar, tetap berhati-hati dan menghindari jalur terdampak hingga proses pembersihan selesai dilakukan. (bks)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *