BENGKULU, Tintabangsa.com – Peningkatan kualitas infrastruktur jalan di Kota Bengkulu terus berjalan. Rekonstruksi Ruas Jalan Kalimantan yang dikerjakan PT Kamajaya Adiguna kini telah mencapai progres fisik sekitar 45 persen. Proyek sepanjang 1,975 kilometer tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta aktivitas perekonomian di kawasan tersebut.
Direktur PT Kamajaya Adiguna, Trisnanto, mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan pelaksanaan pekerjaan agar selesai sesuai jadwal dengan tetap mengutamakan kualitas konstruksi dan kesesuaian terhadap spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak.
Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai di kantornya, Kamis (5/11/2026). Ia menjelaskan, sejumlah tahapan pekerjaan telah dilaksanakan, terutama pelebaran badan jalan yang saat ini telah mencapai tahap base A.
“Untuk pengerjaan sampai saat ini, yang sudah kita kerjakan adalah pelebaran. Kuantitasnya sudah sekitar 1,5 sekian. Lebar 1,8 meter sudah selesai sampai ke base A. Insyaallah, mudah-mudahan dalam minggu ini atau paling lambat awal minggu depan, jika tidak ada kendala, kita sudah bisa melakukan pekerjaan berikutnya,” ujar Trisnanto.
Memasuki tahapan berikutnya, pekerjaan peninggian badan jalan atau raising grade dijadwalkan mulai dilaksanakan Sabtu (7/11/2026). Bersamaan dengan itu, pekerjaan drainase menggunakan konstruksi U-Ditch juga mulai dikerjakan.
“Untuk raising grade-nya, Sabtu besok kita sudah mulai ke base A. Kemudian pekerjaan drainase U-Ditch juga mulai Sabtu. Jadi, pada bagian sepanjang 500 meter raising grade tersebut terdapat pekerjaan U-Ditch,” jelasnya.
Trisnanto menerangkan, pekerjaan pengaspalan menjadi salah satu komponen utama dalam proyek tersebut. Pada bagian peninggian badan jalan dan pelebaran, konstruksi aspal menggunakan dua lapisan, yakni Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) dan Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC).
Sementara itu, pada badan jalan lama atau existing, pekerjaan pengaspalan menggunakan satu lapisan AC-WC.
“Untuk item pekerjaan secara keseluruhan, yang relatif lebih dominan adalah pekerjaan aspal. Pada bagian peninggian ada dua lapis, yaitu AC-BC dan AC-WC. Di bagian pelebaran juga sama, dua lapis. Sedangkan pada aspal lama atau existing, dilakukan satu lapis AC-WC,” paparnya.
Secara keseluruhan, panjang ruas jalan yang ditangani mencapai 1,975 kilometer atau hampir dua kilometer. Adapun panjang pekerjaan peninggian badan jalan sekitar 350 meter. Titik awal pekerjaan berada setelah Jembatan Kembar Kota Bengkulu, tepatnya setelah kawasan Kampung Bali.
Selain mengejar target penyelesaian, PT Kamajaya Adiguna juga menegaskan komitmennya menjaga kualitas material dan hasil konstruksi. Menanggapi berbagai sorotan yang disampaikan sejumlah pihak, termasuk pemberitaan media dan LSM terkait kualitas agregat, Trisnanto memastikan material yang digunakan dalam pekerjaan tersebut telah memenuhi standar dan persyaratan teknis sesuai kontrak.
Menurutnya, pengawasan dan pemeriksaan material terus dilakukan dengan melibatkan konsultan pengawas. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan dan menghasilkan konstruksi yang berkualitas.
Trisnanto juga menilai pengawasan secara berkelanjutan sangat penting dalam pembangunan infrastruktur. Dengan demikian, hasil pekerjaan tidak hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi juga memperhatikan mutu dan manfaatnya bagi masyarakat.
Pihak kontraktor menyatakan pengawasan teknis terus berjalan selama proses pembangunan. Monitoring dari konsultan pengawas dan instansi terkait, termasuk Dinas PUPR, juga diharapkan dapat memastikan kesesuaian material, metode pelaksanaan, serta hasil akhir pekerjaan dengan spesifikasi yang dipersyaratkan.
Dengan progres yang telah mencapai 45 persen, PT Kamajaya Adiguna optimistis seluruh tahapan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target pada Desember 2026.
Rekonstruksi Jalan Kalimantan diharapkan menjadi bagian dari peningkatan kualitas infrastruktur perkotaan di Bengkulu. Selain memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan, pembangunan tersebut juga diharapkan memperlancar arus transportasi, menunjang aktivitas ekonomi, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Komitmen terhadap kualitas pekerjaan, pengawasan yang berkelanjutan, dan keterbukaan informasi menjadi faktor penting agar pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran publik dapat memberikan hasil optimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.(TB)








Komentar