Bengkulu, tintabangsa.com, -Wakil Gubernur Bengkulu Rosjonsyah membuka acara sosialisasi dan Bimtek Simulasi Tes ASN Formasi P3K bagi guru honorer se Provinsi Bengkulu, yang digelar secara tatap muka dan video conference.

Dalam sambutannya, Rosjonsyah menyambut baik kegiatan yang digelar PGRI Provinsi Bengkulu dalam rangka mempersiapkan para guru yang akan mengikuti tes pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) dan berharap kegiatan ini menghasilkan lulusan yang benar-benar mempunyai kompetensi untuk mengisi kekurangan guru di Provinsi Bengkulu.

Namun disampaikannya, selain hasil tes lama masa mengabdi dan usia para guru honorer juga patut menjadi pertimbangan dalam perekrutan P3K sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap pengabdiannya

Sebagai seseorang yang pernah berprofesi sebagai seorang guru, dirinya mengaku tahu betul bagaimana nasib para pendidik terutama yang berstatus honorer. Melalui rekrutmen P3K kesejahteraan para guru ini diharapkan meningkat.

“Pemerintah Provinsi Bengkulu mendukung penuh kegiatan ini, dan saya akan berkomunikasi dengan pak gubernur mengusulkan bagaimana caranya untuk penambahan kuota guru guna mengakomodir guru honorer seprovinsi Bengkulu,” tuturnya.

Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan, Iwan Syahril mengucapkan terimakasih kepada PGRI yang terus menjalankan program-program yang menguatkan pemerataan peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan guru, dan kompetensi demi anak-anak.

Dikatakannya, tantangan ke depan semakin berat. Pada tahun 2030 para ahli memprediksi 85% pekerjaan yang ada pada tahun itu saat ini belum ada.

Di sinilah menurutnya peran guru sungguh sangat penting untuk berbenah menciptakan SDM unggul.

“Murid-murid kita yang ada di sekolah saat ini, sembilan tahun lagi akan menghadapi zaman yang semakin maju dan menantang. Karena itu kita perlu pembenahan,” paparnya.

Tahun 2021 pemerintah pusat dan daerah bersama-sama merancang kebijakan untuk rekrutmen guru ASN P3K. Dengan kuota yang cukup besar yang disesuaikan dengan masing-masing guru di daerah.

Iwan menjelaskan para guru diberi kesempatan hingga tiga kali untuk dapat mengikuti seleksi. Kementerian Pendidikan dan kebudayaan juga mendorong dan mendukung guru untuk terus belajar dan terus berbagi berkolaborasi dengan menyediakan materi belajar yang dapat diakses secara gratis.

Simulasi tes ASN P3K bagi guru honorer seperti ini menurutnya salah satu bentuk partisipasi kolaborasi ekosistem masyarakat yang aktif dan positif, gotong royong dalam pendidikan Indonesia. Dengan inisiatif ini diharapkan semakin banyak guru yang semangat belajar dan memajukan dunia pendidikan tanah air. (TB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here