Mukomuko, tintabangsa.com – Puluhan hektare tanaman padi di Desa Semundam, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko terancam gagal panen. Kondisi tersebut disebabkan musim kemarau membuat saluran irigasi pertanian sawah di daerah ini tidak mengalir.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa Semundam, Amril Mukmin ketika ditemui awak media pada saat memantau lahan sawah warga yang mengalami kekeringan di Desa Semundam, Selasa (10/10/2023). Menurut Amril Mukmin, puluhan hektar lahan sawah di desa Semundam kini mengalami kekeringan setelah ditanam sejak 1 bulan lalu.
Amril Mukmin mengatakan, sejak irigasi sawah tidak mengalir, kelompok tani di desa Semundam telah berupaya untuk mengalirkan air ke sawah mereka dengan cara menyedot air pakai mesin pompa dari sungai tapi hasilnya tidak maksimal.
Pasalnya, selain jaraknya sungai dari lokasi sawah cukup jauh, mesin pompa air yang tersedia saat ini hanya ada 2 unit tetapi satu unit diantaranya sudah rusak. Selain itu selang untuk menyedot air dari sungai pun tidak memadai.
“Akibat tidak memadainya kapasitas mesin pompa dan selang, mengakibatkan debit air yang di sedot dari sungai sangat tidak seimbang dengan luas hamparan lahan sawah yang akan dialiri. Bahkan sebagian besar dari petani di desa ini sudah pasrah karena kapasitas mesin penyedot air tidak memadai,” kata Amril Mukmin.

Kades mengatakan, para petani padi di Desa Semundam sangat mengharapkan perhatian dari bantuan Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko untuk mengatasi kekeringan sawah milik mereka dengan menambah mesin pompa dan selang air agar lahan padi mereka bisa teraliri air.
“Kita sebagai pemerintah desa Semundam mengharapkan perhatian dari Pemerintah Daerah untuk mengatasi kekeringan lahan sawah yang dikeluhkan masyarakat saat ini,” tambah Kades.
Kejadian serupa juga terjadi di Desa Pulau Makmur, Kecamatan Ipuh. Puluhan hektar lahan pertanian padi milik warga terancam gagal panen dan gagal tanam.
Berdasarkan pantauan di lokasi, puluhan hektar lahan sawah milik warga di Desa Pulau Makmur sebagian besar sudah ditanami padi dan sebagian diantaranya belum dikelola akibat kekeringan.
Kades Pulau Makmur, Purnama Wati, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, Akibat El Nino puluhan hektar lahan sawah tadah hujan di Desa Pulau Makmur yang sudah terlanjur ditanami padi terancam gagal panen.
Purnama Wati mengakui jika petani di desanya telah menerima bantuan biaya untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) dari pemerintah dan.perusahaan belum lama ini, namun bantuan tersebut kini sudah habis.
“Sebagai Kepala Desa tentu saya sangat berterimakasih kepada semua pihak yang memberikan bantuan kepada petani. Kita juga masih berharap perhatian dari Pemda maupun dari perusahaan untuk mengatasi kekeringan sawah di desa kita ini,” Jelas Purnama Wati. (AS)

