Manna —Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Manna terus memperkuat komitmennya dalam memenuhi hak pendidikan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Selatan, Lusi Wijaya, M.Pd., pada Rabu 21 Oktober 2026.
Kunjungan kerja tersebut dilaksanakan dalam rangka monitoring dan evaluasi program pendidikan kesetaraan sekaligus memperkuat sinergi dalam upaya penuntasan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang berada di dalam Rutan serta peningkatan program pendidikan karakter bagi Warga Binaan.
Kedatangan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Selatan disambut langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si., didampingi Staf Pengelolaan Rutan, Nopan.
Dalam kunjungan tersebut, Lusi Wijaya meninjau secara langsung pelaksanaan kegiatan belajar mengajar program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C yang diselenggarakan bagi Warga Binaan. Peninjauan meliputi pelaksanaan pembelajaran, ketersediaan sarana belajar, metode pengajaran, serta evaluasi perkembangan dan capaian belajar peserta didik.
Selain memastikan keberlangsungan pendidikan formal, kunjungan ini juga menjadi momentum untuk membahas langkah-langkah strategis dalam mengidentifikasi Warga Binaan yang belum menuntaskan pendidikan, memetakan kebutuhan pendidikan masing-masing peserta, serta mendorong keberlanjutan pendidikan sesuai jenjang dan ketentuan yang berlaku.
Upaya penuntasan ATS di lingkungan Rutan menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa keterbatasan akibat menjalani masa pidana tidak menghilangkan kesempatan seseorang untuk memperoleh pendidikan. Melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, diharapkan Warga Binaan yang memenuhi kriteria dapat memperoleh akses terhadap layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Di samping pendidikan kesetaraan, penguatan pendidikan karakter juga menjadi perhatian bersama. Pembinaan karakter diarahkan untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, sikap saling menghormati, serta kesadaran untuk memperbaiki diri dan berperan positif ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Rutan Kelas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Selatan terhadap pemenuhan hak pendidikan Warga Binaan.
“Pendidikan merupakan hak setiap orang, termasuk Warga Binaan. Kami ingin memastikan bahwa mereka tetap memiliki kesempatan untuk belajar, menyelesaikan pendidikan, dan membangun masa depan yang lebih baik. Melalui sinergi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kami berupaya mengidentifikasi kebutuhan pendidikan Warga Binaan, mendukung penuntasan ATS, serta memperkuat pendidikan karakter sebagai bagian penting dari proses pembinaan,” tegas Hannibal.
Ia menambahkan bahwa Rutan Manna berkomitmen menjadikan pendidikan sebagai salah satu instrumen pembinaan yang berkelanjutan, sehingga Warga Binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki sikap, perilaku, dan keterampilan sosial yang lebih baik.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Selatan, Lusi Wijaya, M.Pd., mengapresiasi upaya Rutan Manna dalam memberikan kesempatan pendidikan kepada Warga Binaan.
Menurutnya, sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan instansi pendidikan sangat penting untuk memperluas akses pendidikan, termasuk bagi masyarakat yang sedang menjalani masa pidana. Melalui koordinasi dan evaluasi berkelanjutan, layanan pendidikan diharapkan dapat berjalan sesuai kebutuhan peserta didik dan ketentuan yang berlaku.
Dukungan tersebut diharapkan mencakup penguatan proses pembelajaran, koordinasi tenaga pendidik, penyesuaian kurikulum sesuai program pendidikan kesetaraan, serta pemantauan perkembangan belajar Warga Binaan.
Kegiatan kunjungan kerja berlangsung tertib, lancar, dan penuh keakraban. Pertemuan ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan layanan pendidikan yang inklusif dan pembinaan pemasyarakatan yang humanis.
Melalui sinergi tersebut, Rutan Kelas IIB Manna bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Selatan diharapkan dapat terus memperluas kesempatan belajar, mendukung penuntasan ATS, dan membentuk Warga Binaan yang lebih berkarakter, mandiri, serta siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.








Komentar