REJANG LEBONG, tintabangsa.com – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan arti penting bagi Lesi (42), warga Kabupaten Kepahiang, dalam menjalani rangkaian pengobatan kanker di RSUD M. Yunus Bengkulu. Sebagai orang tua tunggal, kepastian pembiayaan pelayanan kesehatan membuat dirinya dapat lebih fokus menjalani perawatan.
Lesi merupakan pasien yang secara rutin menjalani pemeriksaan dan pengobatan di RSUD M. Yunus Bengkulu. Ia juga telah menjalani tindakan operasi kanker dengan memanfaatkan kepesertaan JKN.
Di tengah tanggung jawabnya mengurus anak-anak seorang diri setelah ditinggal suami, Lesi mengaku tidak sanggup membayangkan apabila seluruh biaya pengobatan dan operasi harus ditanggung sendiri.
“Kalau tidak ada dukungan JKN, saya tidak bisa membayangkan berapa besar biaya yang harus saya keluarkan untuk berobat dan menjalani operasi. Sekarang saya juga menjadi orang tua tunggal bagi anak-anak setelah suami saya meninggal,” ujar Lesi saat diwawancarai, Senin (5/10/2026).
Selain mendapatkan manfaat dari sisi pembiayaan, Lesi juga menggunakan Aplikasi Mobile JKN untuk mendukung aktivitasnya sebagai pasien yang harus menjalani perawatan secara berkala.
Salah satu fitur yang digunakannya adalah antrean online. Menurut Lesi, fitur tersebut membantu dirinya mempersiapkan kunjungan ke rumah sakit sehingga tidak perlu menghabiskan waktu untuk mengurus antrean secara langsung.
“Menurut saya Mobile JKN penting bagi peserta yang akan berobat. Karena saya termasuk pasien yang rutin di RS M. Yunus, sebelum datang berobat saya menggunakan Mobile JKN untuk mengambil antrean online terlebih dahulu,” katanya.
Bagi Lesi, manfaat JKN semakin terasa karena selama menjalani pengobatan dan operasi dirinya tidak dibebani biaya tambahan pelayanan yang dijaminkan. Kondisi tersebut menjadi sangat berarti karena ia harus mengatur kebutuhan keluarga sekaligus menjalani pengobatan.
“Selama saya berobat tidak ada biaya tambahan. Tidak ada biaya apa pun, nol, semuanya gratis,” tegasnya.
Jarak antara Kabupaten Kepahiang dan Kota Bengkulu juga menjadi tantangan tersendiri bagi Lesi. Namun, kebutuhan menjalani perawatan secara rutin tetap dapat dilaluinya dengan dukungan kepesertaan JKN dan layanan kesehatan rujukan.
Pengalaman selama mendapatkan pelayanan di rumah sakit juga membuat Lesi tidak merasakan adanya perbedaan perlakuan antara pasien JKN dan pasien umum.
“Kalau dari pengalaman saya tidak ada perbedaan, semuanya sama. Saya melihat sendiri, antreannya sama, pelayanannya sama dan tidak dibeda-bedakan. Semuanya mendapatkan pelayanan yang sama,” ujarnya.
Hampir dua tahun menjadi peserta JKN, Lesi menilai program tersebut memiliki manfaat besar dalam perjalanan pengobatannya. JKN tidak hanya membantunya memperoleh pelayanan kesehatan, tetapi juga mengurangi kekhawatiran terhadap beban biaya yang mungkin harus ditanggung keluarga.
“Menurut saya sangat bermanfaat. Saya sudah menggunakan JKN hampir dua tahun dan selama itu sangat terasa manfaatnya. Sangat berguna dan sangat membantu,” ungkapnya.
Sebagai peserta JKN yang berdomisili di Kabupaten Kepahiang, Lesi dapat memperoleh pelayanan kesehatan lanjutan di RSUD M. Yunus Bengkulu sesuai prosedur dan ketentuan pelayanan JKN. Akses tersebut menjadi penting bagi pasien yang membutuhkan penanganan medis secara berkelanjutan, termasuk dalam pengobatan penyakit kanker.
Lesi berharap pelayanan kesehatan di rumah sakit maupun layanan JKN terus mengalami peningkatan sehingga masyarakat semakin nyaman dan mudah mendapatkan pelayanan.
“Harapan saya pelayanannya terus ditingkatkan. Kalau sekarang sudah bagus, mudah-mudahan ke depannya bisa lebih baik lagi,” pungkasnya. (DF/aj)








Komentar