BENGKULU – Struktur pengurus Partai Gelombang Rakyat Indonesia atau Partai Gelora se-Provinsi Bengkulu mulai memanaskan mesin organisasi menghadapi dinamika politik dan tantangan nasional melalui agenda Ideologisasi Dasar dan Capacity Building yang digelar selama dua hari, Kamis–Jumat (14-15 Mei 2026) di Kota Bengkulu.
Kegiatan yang diikuti seluruh pengurus DPW dan DPD dari 10 kabupaten/kota itu menjadi bagian dari program nasional DPP Partai Gelora untuk memperkuat ideologi, kepemimpinan, hingga kapasitas organisasi kader di seluruh Indonesia.
Ketua Koordinator Bidang Kaderisasi DPP Partai Gelora Indonesia, Ahmad Zainuddin, menegaskan ideologi merupakan “roh perjuangan” yang menjadi fondasi utama partai dalam membangun kekuatan organisasi.
“Ini program ideologisasi dasar yang sudah kami jalankan sejak tahun lalu. Dimulai dari pengurus DPP, lalu berlanjut ke seluruh DPW dan DPD di Indonesia. Insyaallah selesai seluruh Indonesia pada Juni nanti,” ujar Ahmad Zainuddin.
Menurutnya, penguatan ideologi menjadi kebutuhan penting di tengah kondisi global dan nasional yang dinilai semakin penuh tantangan.
“Partai Gelora meyakini ideologi adalah dasar perjuangan, roh yang membuat seluruh kader mampu bekerja dengan kekuatan penuh,” katanya.
Tak hanya ideologisasi dasar, program tersebut juga akan dilanjutkan dengan penguatan kapasitas kepemimpinan, social engineering, hingga pengelolaan organisasi modern.
Lima Tokoh DPP Hadir Langsung di Bengkulu
Ketua DPW Partai Gelora Provinsi Bengkulu, Dedi Haryono, menyebut agenda tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas kader hingga tingkat daerah.
“Program ini sangat penting dan urgent untuk seluruh fungsionaris partai di wilayah,” ujarnya.
Dedi mengungkapkan seluruh peserta dari 10 kabupaten/kota hadir lengkap dalam agenda tersebut. Ia juga mengapresiasi kehadiran langsung lima pimpinan utama DPP Partai Gelora yang turun memberikan materi kepada kader di Bengkulu.
Kelima tokoh tersebut yakni Rofi’ Munawar, Ahmad Zainuddin, Ahmad Paradis, Achmad Zairofi, dan Muhammad Syahfan Badri.
“Nah ini luar biasa, lima ideolog partai hadir langsung di Bengkulu. Ini menunjukkan keseriusan DPP dalam memperkuat kader dan struktur partai di daerah,” ungkap Dedi.
Soroti Tantangan Global dan Masa Depan Indonesia
Dalam pemaparannya, Ahmad Zainuddin juga menyinggung kondisi global yang dinilai semakin tidak menentu, mulai dari persoalan ekonomi dunia, konflik geopolitik, hingga tantangan pembangunan nasional.
Menurutnya, Partai Gelora sejak awal telah memprediksi kondisi tersebut melalui manifesto partai sejak 2019 lalu.
“Situasi nasional memang sedang tidak baik-baik saja. Tetapi Indonesia punya potensi luar biasa, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia,” jelasnya.
Partai Gelora, lanjut Ahmad, mendorong pemerintah agar lebih maksimal dan bijak dalam mengelola kekayaan nasional demi mewujudkan visi Indonesia sebagai kekuatan baru dunia.
“Pemerintah harus terus melakukan evaluasi, mendengar masukan masyarakat, dan menjadikannya bahan introspeksi agar target-target besar bangsa bisa tercapai,” pungkasnya.

