Yusri/ Alue Angkat Bicara Terkait Gerbang SMPN 2 Paya Bakong yang Terlihat Seperti Hutan

Aceh Utara, tintabangsa.com, -Para tokoh yang peduli terhadap dunia pendidikan di Paya Bakong mulai geram melihat kondisi gerbang SMPN 2 Paya Bakong yang dinilai tidak terurus. Menanggapi hal tersebut, Yusri atau yang akrab disapa Alue, selaku Ulee Kompi Daerah III Teungku Chik di Paya Bakong, angkat bicara pada Kamis (14/05/2026).

Kepada awak media, Yusri menyampaikan bahwa dirinya mewakili masyarakat Paya Bakong merasa prihatin terhadap kondisi gerbang sekolah tersebut.

“Saya mewakili masyarakat Paya Bakong mulai geram melihat kondisi gerbang SMPN 2 Paya Bakong saat ini,” ujarnya.

Menurutnya, lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat mencetak generasi penerus bangsa justru terlihat tidak terawat dan menyerupai hutan belantara.

Yusri menjelaskan bahwa dirinya bersama para tokoh masyarakat dan kepala sekolah telah berupaya meminta bantuan kepada pemerintah agar gerbang SMPN 2 Paya Bakong segera dibangun dan difungsikan guna mempermudah akses para siswa. Namun, hingga saat ini permohonan tersebut dinilai belum mendapat perhatian serius.

“Kami bersama para tokoh masyarakat dan kepala sekolah telah berupaya meminta bantuan kepada pemerintah agar gerbang sekolah segera dibangun demi mempermudah akses siswa. Namun, permohonan kami seolah tidak mendapat tanggapan,” tambahnya.

Selain itu, pada Rabu (13/05/2026), para tokoh masyarakat di Paya Bakong juga melakukan aksi protes dengan menutup akses jalan menuju sekolah.

Menurut Yusri, aksi tersebut dilakukan karena akses jalan yang selama ini digunakan merupakan lahan milik pribadi masyarakat. Saat ini, pemilik lahan merasa dirugikan karena pemerintah dinilai kurang peduli terhadap fasilitas pendidikan di SMPN 2 Paya Bakong.

“Sekolah memiliki gerbang utama, tetapi tidak dapat dilalui. Sementara akses yang digunakan siswa selama ini berada di atas lahan milik masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar gerbang utama SMPN 2 Paya Bakong dapat segera difungsikan dan digunakan oleh para siswa.

“Saya berharap pemerintah segera menindaklanjuti persoalan ini agar gerbang utama SMPN 2 Paya Bakong dapat segera dilalui,” pintanya.

Yusri juga mengingatkan agar persoalan tersebut tidak terus berlarut hingga memicu aksi yang lebih besar di kemudian hari.

“Jangan sampai aksi seperti pemblokiran akses jalan yang terjadi pada Rabu (13/05) kembali terulang. Jika persoalan ini tidak segera ditindaklanjuti, dikhawatirkan akan terjadi aksi yang lebih besar,” tutupnya.(Helmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *