HUT ke-13, Ketua PW IWO Bengkulu Serukan Profesionalisme Wartawan Online di Tengah Tantangan Digital

Bengkulu, tintabangsa.com – Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Bengkulu, Musdamori, S.Sos., C.MK., mengajak seluruh anggota untuk menjadikan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 sebagai momentum memperkuat komitmen terhadap profesionalisme dan integritas di tengah derasnya perkembangan teknologi informasi.

Mengusung tema “13 Tahun IWO: Wartawan Online Profesional dan Inovatif di Era Digital”, Musdamori menegaskan bahwa tema ini bukan sekadar slogan. Di era digital, kecepatan berita tidak lagi menjadi tolok ukur tunggal keberhasilan media daring, melainkan akurasi, integritas, dan inovasi yang harus menjadi prioritas.

“Kita tidak boleh hanya fokus pada siapa yang tercepat memberitakan, tapi harus memastikan informasi yang disampaikan benar, berimbang, dan bermanfaat,” ujar Musdamori saat acara di Ballroom Hotel Mercure, Jumat (8/8/2025).

Sebagai organisasi profesi yang menaungi wartawan dan pemilik media siber di Indonesia, IWO berdiri dengan prinsip independen, demokratis, dan terbuka, berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Kegiatan IWO selalu mengacu pada Kode Etik Wartawan Online sebagai pedoman profesionalisme.

Di Bengkulu, IWO menjadi mitra strategis pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, berperan menjaga keseimbangan fungsi kontrol sosial, penyampai informasi, sekaligus mendorong edukasi publik.

“Selama 13 tahun perjalanan, IWO menghadapi disrupsi informasi, maraknya hoaks, dan tekanan terhadap kebebasan pers. Namun, dengan kolaborasi dan teguh memegang etika, saya yakin IWO akan tetap berdiri kokoh,” lanjut Musdamori.

Ia juga mengajak seluruh anggota, khususnya di Bengkulu, menjaga marwah profesi wartawan online dengan menghadirkan jurnalisme yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan mendidik.

“Karya jurnalistik kita harus bermanfaat bagi akal sehat publik, bukan sekadar mengejar viral,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, IWO Bengkulu menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah menjadi mitra, seperti Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Polda Bengkulu, BIN Daerah Bengkulu, dan para kepala daerah. Sinergi tersebut dinilai membantu mendorong keterbukaan informasi publik serta memperkuat nilai demokrasi.

Musdamori menegaskan bahwa IWO bukan hanya organisasi profesi, tetapi juga gerakan moral untuk menjaga profesionalisme, meningkatkan literasi digital, dan menyajikan jurnalisme yang berpihak pada kebenaran.

“Di usia ke-13 ini, kita harus berani melakukan pembaruan pola pikir, metode kerja, dan cara melayani publik dengan pemberitaan yang cerdas, berimbang, dan memberi solusi,” katanya.

Ia menambahkan, kemajuan teknologi informasi harus diiringi peningkatan kapasitas wartawan agar media siber dapat membangun masyarakat yang kritis, cerdas, dan santun. Tantangan besar yang dihadapi media online saat ini adalah derasnya informasi yang bercampur hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi di media sosial.

“Setiap orang kini bisa menyebarkan informasi, tapi wartawan online harus menjadi penyaring dan penjaga kebenaran, memberikan berita yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan moral,” tutupnya.

Musdamori berharap HUT IWO ke-13 menjadi titik awal pembaruan insan pers digital di Indonesia. Dengan semangat kebersamaan dan berpegang pada nilai etika, IWO Bengkulu optimistis tetap menjadi pilar penting dalam ekosistem informasi publik yang sehat dan berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *