Jabatan Eselon II Masih Kosong, Pemprov Bengkulu Percepat Manajemen Talenta ASN

BENGKULU, Tintabangsa.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu mempercepat penerapan manajemen talenta sebagai strategi menyiapkan aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki kompetensi dan kapasitas untuk menduduki posisi strategis di lingkungan pemerintahan.

Langkah tersebut menjadi perhatian Pemprov Bengkulu menyusul masih adanya sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II yang belum terisi. Di antaranya jabatan Kepala Inspektorat, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Kepala BPBD, serta Kepala BPSDM Provinsi Bengkulu.

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni mengatakan percepatan manajemen talenta diperlukan untuk memastikan kebutuhan kepemimpinan birokrasi dapat dipenuhi melalui proses pemetaan dan pengembangan ASN yang lebih terarah.

Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti Pra-Ekspose Manajemen Talenta Wilayah Kerja Kantor Regional VII BKN melalui Zoom Meeting dari ruang kerjanya, Rabu (9/9/2026). Dalam kegiatan itu, Herwan didampingi Kepala BKD Provinsi Bengkulu Rusmayadi beserta jajaran.

Herwan menegaskan, pelaksanaan manajemen talenta di lingkungan Pemprov Bengkulu akan segera diekspose sesuai arahan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan. Menurutnya, keberadaan ASN dengan kompetensi terbaik menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan pemerintahan berjalan efektif.

“Manajemen talenta di Provinsi Bengkulu harus segera kita ekspose sesuai arahan Gubernur. Ini penting agar roda pemerintahan di provinsi kita berjalan dengan baik dan dipimpin oleh ASN-ASN terbaik,” ujar Herwan.

Ia menjelaskan, manajemen talenta tidak semata-mata ditujukan untuk mengisi jabatan yang kosong. Lebih dari itu, sistem tersebut diharapkan mampu menjadi instrumen dalam memetakan potensi ASN sekaligus menyiapkan kader birokrasi yang memiliki kemampuan kepemimpinan.

“Manajemen talenta ini juga berguna untuk menjadikan ASN di Provinsi Bengkulu sebagai pemimpin yang baik, bijaksana, dan mampu menjadi teladan,” lanjutnya.

Dalam pra-ekspose tersebut, perwakilan Kantor Regional VII BKN, Faradila, turut memberikan sejumlah masukan terhadap materi yang disampaikan Pemprov Bengkulu.

Faradila menilai materi yang dipaparkan Herwan Antoni secara umum sudah baik dan cukup lengkap. Namun, ia menyarankan agar materi dapat dibuat lebih ringkas sehingga pemaparan pada ekspose selanjutnya bisa berlangsung lebih efektif.

“Yang disampaikan Pak Sekda sudah baik. Namun, pemaparannya harus sedikit lebih cepat karena pada saat ekspose nanti waktunya akan dihitung. Saran kami, beberapa slide materi bisa dikurangi,” kata Faradila.

Menurutnya, secara keseluruhan materi manajemen talenta yang disiapkan Pemprov Bengkulu sudah cukup baik untuk dilanjutkan ke tahapan berikutnya.

Pemprov Bengkulu menargetkan penerapan manajemen talenta dapat memperkuat sistem pengelolaan ASN, mulai dari pemetaan potensi, pengembangan kompetensi hingga penyiapan kader untuk kebutuhan kepemimpinan birokrasi.

Dengan sistem tersebut, pengisian jabatan strategis di lingkungan Pemprov Bengkulu diharapkan tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan organisasi, tetapi juga menempatkan ASN berdasarkan kompetensi, kapasitas, integritas dan potensi kepemimpinannya.(TB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *