Mukomuko, tintabangsa.com – Kapolres Mukomuko, AKBP Riky Crisma Wardana, S.Ik, dan Polsek Sungai Rumbai bersama masyarakat melaksanakan testimoni penyerahan pembangunan perbaikan jembatan kepada masyarakat di Desa Retak Mudik Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.
Perbaikan infrastruktur jembatan yang menghubungkan Desa Retak Mudik Kecamatan Sungai Rumbai ini dilaksanakan selama 2 hari mulai Kamis 26 Agustus 2026 hingga selesai pada Jumat 27 Agustus 2026.
Infrastruktur Jembatan yang dilakukan perbaikan dengan dimensi panjang sekitar 17 meter dan lebar 4 meter ini merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Retak Mudik Kecamatan Sungai Rumbai ke Desa Retak Ilir, dan Desa Manunggal Jaya Kecamatan Ipuh.
Kapolres Mukomuko. AKBP Riky Crisma Wardana, S.I.K., melalui Kapolsek Sungai Rumbai, IPDA Benikno Aquino, S.H., ditemui di lokasi menyampaikan, perbaikan jembatan ini merupakan program “Jembatan Merah Putih Presisi Polri” sebagai wujud nyata kepedulian Polri terhadap keselamatan dan mobilitas masyarakat.
IPDA Benikno Aquino, S.H., pada momen testimoni itu menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada masyarakat yang turut berpartisipasi membantu pelaksanaan perbaikan jembatan yang dikeluhkan warga sebelumnya.
Sementara pada kesempatan testimoni tersebut perwakilan masyarakat kecamatan Sungai Rumbai mengapresiasi Polri khususnya Polres Mukomuko dan Polsek Sungai Rumbai atas dilaksanakannya perbaikan jembatan sampai selesai.
Bukan itu saja, sejumlah pengguna jembatan juga turut menyampaikan apresiasi dan terimakasih terhadap Polri atas program jembatan merah putih Polri Presisi yang menuntaskan perbaikan jembatan di Desa Retak Mudik yang mereka lalui setiap hari.
Para pengguna jembatan tersebut juga mengakui, sebelum dilakukan perbaikan, kondisi jembatan tampak sangat memprihatinkan; lantai yang terbuat dari papan sudah rusak dan terdapat banyak lubang serta tidak memakai tiang pengaman di sisi kanan kiri jembatan sehingga sangat membahayakan bagi keselamatan para pengguna jalan, terutama bagi warga dari Desa Retak Ilir saat keluar menuju jalan lintas poros Provinsi Bengkulu – Padang,” jelas salah satu Warga. (AS/TB).

