Saiful Bahri Siregar Dipromosikan Jadi Direktur Penyidikan JAM Pidsus, Anton Delianto Resmi Pimpin Kejati Bengkulu

BENGKULU, Tintabangsa.com – Terjadi pergantian kepemimpinan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu. Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu Saiful Bahri Siregar, S.H., M.H. mendapat promosi jabatan sebagai Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung RI.

Promosi tersebut merupakan bentuk kepercayaan pimpinan Kejaksaan Agung terhadap dedikasi, integritas, serta kinerja Saiful Bahri Siregar selama memimpin Kejati Bengkulu.

Selama menjabat sebagai Kajati Bengkulu, Saiful Bahri Siregar dinilai berhasil memperkuat penegakan hukum, khususnya di bidang tindak pidana khusus, meningkatkan kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat, serta membangun sinergi yang baik dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan berbagai pemangku kepentingan.

Di bawah kepemimpinannya, Kejati Bengkulu juga terus mendorong terwujudnya penegakan hukum yang profesional, berintegritas, humanis, dan berkeadilan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan.

Tongkat estafet kepemimpinan Kejati Bengkulu kini dipercayakan kepada Anton Delianto, S.H., M.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan. Dengan pengalaman di berbagai posisi strategis, Anton diharapkan mampu melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus memperkuat kinerja Kejati Bengkulu ke depan.

Keluarga Besar Kejaksaan Tinggi Bengkulu menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Saiful Bahri Siregar atas dedikasi, pengabdian, dan kepemimpinannya selama bertugas di Provinsi Bengkulu. Penugasan sebagai Direktur Penyidikan JAM Pidsus diharapkan semakin memperkuat upaya penegakan hukum nasional, khususnya dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

Di sisi lain, Kejati Bengkulu juga menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada Anton Delianto sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu. Kepemimpinan baru tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, meningkatkan profesionalisme institusi, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Kejaksaan.

Pergantian kepemimpinan ini menjadi bagian dari penyegaran organisasi di lingkungan Kejaksaan Agung guna memperkuat efektivitas penegakan hukum, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung agenda pemberantasan tindak pidana korupsi dan penegakan supremasi hukum di Indonesia.(TB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *