Belasan Tahun Mengabdi , 3 Guru Diduga Diberhentikan Secara Sepihak Tanpa Pesangon, Fakta Pilu Dunia Pendidikan

Bengkulu, Tintabangsa.com, -Agustus 2026, Dalam Suasana menyambut Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke -81 Tiga (3) Tenaga Pendidik (Guru) Ririn Safitri, Elsita dan Tita Aryani,Terpaksa kehilangan pekerjaannya Sebagai Guru di SD IT RABBANI Kota Bengkulu.

Elsita yang sudah 13 Tahun bekerja disekolah Swasta tersebut dipecat Pihak yayasan bersama dua (2) orang temannya Tita Aryani 12 Tahun Bekerja dan Ririn 5 Tahun masa kerja, yang mana pemecatan pihak sekolah dianggap sepihak tanpa adanya peringatan.

Dengan mata berkaca-kaca, Tita Aryani menuturkan awalnya mereka dipanggil secara bergantian dan sampai pada saat pemanggilan dirinya, ia sempat kaget saat diminta pihak sekolah untuk berhenti mengajar.

“Saya Bingung Kok saya tiba-tiba diberhentikan tanpa adanya kesalahan, tidak ada peringatan baik secara lisan maupun surat kepada saya, dan lebih parahnya lagi tidak ada Pesangon yang diberikan kepada Kami”

Cerita senada disampaikan juga Elsita, saya sudah mengabdi Selama 13 tahun, dan diberhentikan secara Lisan tanpa ada surat Pemberhentian dari pihak sekolah maupun yayasan.

peristiwa ini menjadi pukulan bagi 3 tiga orang Guru Swasta di Kota Bengkulu. Hal ini merupakan potret yang memilukan di dalam dunia pendidikan Kota bengkulu, terutama dikalangan tenaga pendidik Non-ASN yang sampai dengan saat ini masih menghadapi ketidak pastian status, Hak jaminan Kerja, dan kesejahteraan.

Kasus yang Menimpa 3 Orang Tenaga pendidik (Tita Aryani, Ririn Safitri dan Elsita) yang berstatus Guru Tetap di berhentikan sepihak sejak Kamis, 06 Agustus 2026. Peristiwa Pilu 3 Guru dikota bengkulu, ini merupakan potret bahwa Lamanya masa pengabdian tidak selalu berbanding lurus dengan perlindungan hukum maupun pangakuan Finansial yang layak.

Aktivis Bengkulu Abdullah, S.H (Ketua Umum Pemuda MADANI Provinsi Bengkulu) menyampaikan “Pemecatan secara mendadak dan sepihak terhadap Tenaga Pendidik ini adalah perbuatan Zholim, tidak manusiawi. Patut untuk Publik kawal secara bersama-sama, agar hal seperti ini tidak menjadi Penyakit dalam dunia Pendidikan”.

”Tidak ada jaminan Kesehatan, tidak ada Jaminan Kerja, tidak ada Kesejahteraan Finansial Guru, ini sama dengan Perbudakan, di momen kemerdekaan Republik Indonesia Ke-81 ini kita ditunjukkan bahwa Potret Pendidikan kita adalah Perbudakan masih seperti masa Penjajahan Kolonialisme. Kami mendesak Pemerintah Bengkulu Khusunya Disnaker Provinsi Bengkulu harus segera hadir dan segera periksa sekolah tersebut” Tutupnya.(TB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *