Lebong, tintabangsa.com – Sebanyak 10 anak yatim, dhuafa, dan anak dari keluarga kurang mampu mengikuti sunatan massal gratis yang digelar Komunitas Peduli Bumi Peduli Manusia di Kantor Kepala Desa Sukau Datang, Kecamatan Tubei, Kabupaten Lebong, Selasa (16/6).
Kegiatan yang berkolaborasi dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sukau Datang dan Rumah Sunat Dasi Merah tersebut merupakan bagian dari bakti sosial menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Mengusung tema “Peduli Bumi Peduli Manusia”, kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat kurang mampu memperoleh layanan khitan secara gratis sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan reproduksi anak sejak dini.
Koordinator Komunitas Peduli Bumi Peduli Manusia, Fatra Kurniawan, mengatakan bakti sosial tersebut merupakan wujud kepedulian komunitas terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak yatim, dhuafa, dan keluarga prasejahtera.
“Khitan merupakan salah satu langkah penting untuk masa depan anak dalam menjaga kebersihan dan kesehatan reproduksi. Selain itu, anak-anak juga mendapatkan dukungan emosional dalam proses penyembuhan dari kegiatan yang dilakukan di sini,” kata Fatra.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut pihaknya ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak.
Kegiatan sunatan massal itu turut dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Lebong, Bambang Agus Suprabudi, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, Bambang menyampaikan apresiasi atas inisiatif sosial yang dilakukan Komunitas Peduli Bumi Peduli Manusia bersama para mitranya.

“Kami sangat mengapresiasi Komunitas Peduli Bumi Peduli Manusia beserta tim KDMP Sukau Datang dan Rumah Sunat Dasi Merah yang telah menyelenggarakan khitan massal gratis. Kegiatan ini tentu sangat bermanfaat bagi peserta yang telah turut serta. Terima kasih atas kepeduliannya terhadap sosial melalui kegiatan khitanan massal,” ujar Wakil Bupati.
Ia menilai, kesehatan anak menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan masyarakat yang berdaya.
“Anak-anak yang sehat merupakan salah satu parameter yang dapat menunjukkan suatu komunitas tersebut berdaya. Saat anak-anak tumbuh dengan sehat, mereka memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara optimal, baik secara fisik, mental, maupun sosial,” katanya.
Sunatan massal tersebut ditangani oleh tenaga medis profesional dari Rumah Sunat Dasi Merah. Selain mendapatkan layanan khitan secara gratis, para peserta juga menerima uang santunan dan souvenir dari panitia.
Melalui kolaborasi antara komunitas, koperasi desa, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat, sekaligus meringankan beban keluarga yang membutuhkan layanan kesehatan bagi anak-anak mereka. (rls/komunitasPBPM)

