BENGKULU SELATAN, TINTABANGSA.COM, -Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam melindungi kepentingan petani kelapa sawit melalui pengawalan stabilitas harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat pabrik.
Komitmen tersebut ditunjukkan langsung oleh Bupati Bengkulu Selatan H. Rifai Tajuddin yang menghadiri rapat strategis bersama Wakil Gubernur Bengkulu Mian dan sejumlah pimpinan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dari berbagai daerah di Provinsi Bengkulu.
Pertemuan yang berlangsung pada Sabtu, 30 Mei 2026 itu dihadiri perwakilan PKS dari Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan, Seluma, Bengkulu Utara, hingga Kabupaten Kaur. Agenda utama rapat membahas langkah bersama dalam menjaga harga TBS sawit agar tetap sesuai dengan ketentuan pemerintah daerah demi melindungi kesejahteraan petani.
Dalam forum tersebut, seluruh perusahaan PKS yang hadir sepakat kembali menerapkan harga pembelian TBS sebesar Rp3.465 per kilogram sesuai keputusan Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Bupati Bengkulu Selatan H. Rifai Tajuddin menyambut positif hasil kesepakatan tersebut. Menurutnya, kestabilan harga sawit sangat penting bagi masyarakat Bengkulu Selatan karena sektor perkebunan sawit menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah.
“Kesepakatan ini menjadi kabar baik bagi para petani sawit. Pemerintah ingin memastikan petani mendapatkan harga yang layak dan lebih menguntungkan,” ujar Rifai Tajuddin.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus mengawal implementasi kesepakatan tersebut di lapangan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya petani kecil yang selama ini menggantungkan penghasilan dari hasil panen sawit.
Sementara itu, Wakil Gubernur Bengkulu Mian menegaskan pemerintah daerah serius menjaga stabilitas harga sawit dan tidak akan mentolerir perusahaan yang tidak mematuhi aturan yang telah disepakati bersama.
Menurutnya, perusahaan yang tidak mengikuti ketentuan pemerintah akan dievaluasi dan dilaporkan kepada pemerintah pusat sebagai bentuk pengawasan terhadap tata niaga sawit di Bengkulu.
Di sisi lain, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Sri Herlin Despita, menjelaskan bahwa pemerintah juga akan memperkuat pembinaan kepada petani agar dapat membangun kemitraan langsung dengan pihak PKS.
Melalui pola kemitraan tersebut, petani diharapkan memperoleh akses harga yang lebih baik, kepastian penjualan hasil panen, serta perlindungan dalam rantai distribusi sawit.
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan optimistis sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan petani akan menciptakan tata niaga sawit yang lebih sehat, transparan, dan berkeadilan.
Selain menjaga kestabilan harga, langkah ini juga diharapkan mampu memperkuat sektor perkebunan sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan ribuan petani sawit di Bengkulu Selatan.(ADV)

