oleh

Komisi V DPR RI Rapat Bersama Gubernur dan Bupati/Walikota, Cari Solusi Banjir Di Bengkulu

Bengkulu, Tintabangsa.com – Guna mencari solusi banjir Bengkulu yang terjadi beberapa hari terakhir, Gubernur Bengkulu, Forkopimda, Bupati/Walikota, dan stakeholder menggelar rapat bersama Tim Komisi V DPR RI terkait infrastruktur dan penanganan banjir di Provinsi Bengkulu. Rapat digelar di Balai Raya Semarak Provinsi Bengkulu, Jumat, (02/09/2022).

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengatakan, dalam rapat tersebut pihaknya memastikan pendataan terkait kerusakan infrastruktur akibat bencana banjir serta pendataan jumlah jiwa yang terdampak bencana banjir.

“Karena dua data ini berkaitan dengan penanganan kerusakan infrastruktur dan penanganan dari sisi masyarakat yang terkena dampak seperti kebutuhan logistik bagi jiwa terdampak,” sampai Rohidin.

Lanjutnya, saat ini kebutuhan logistik kebutuhan masyarakat serta perbaikan kerusakan infrastruktur tengah didata.

Pihaknya meminta kabupaten/kota untuk tetap melaporkan update data kebencanaan setiap waktu.

“Kebutuhan logistik maupun kerusakan infrastruktur sedang kita data. Kita juga sudah mendapatkan alokasi dari Kementerian Sosial mudah-mudahan untuk di Bengkulu segera kita distribusikan,” tambahnya.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras mengatakan, pihaknya sengaja datang ke Provinsi Bengkulu dalam rangka melaksanakan kunjungan kerja spesifik dengan tujuan mencari solusi penanganan banjir di wilayah Bengkulu.

Pihaknya sudah mendengarkan pemaparan yang disampaikan oleh pihak kota/kabupaten terkait bencana banjir yang terjadi di setiap wilayah. Hasil pembahasan ini kemudian akan ditindaklanjuti ke tingkat pemerintah pusat.

“Kita sudah menginventarisir permasalahan dan kemudian mencoba menyinkronkan dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR. Memang saat ini anggaran yang dialokasikan Kementerian PUPR khusus untuk penanggulangan banjir ini masih sangat terbatas,” sampainya.

Dengan anggaran yang teralokasi sekitar Rp200 miliar untuk penanggulangan banjir tersebut. Diharapkan dengan adanya kunker yang dilakukan Komisi V DPR RI dapat mengangkat pengalokasian dana di Provinsi Bengkulu untuk penanggulangan banjir.

“Laporan dari Balai Sumber Daya Air alokasi penaggulangan banjir itu sekitar Rp200 miliar. Itupun termasuk belanja pegawai dan belanja modal,” jelasnya.

“Kalau kita bicara sisanya itu mungkin sekitar Rp70 miliar saja, dan dengan angka tersebut sangat tidak memungkinkan menyelesaikan dan mereduksi dampak banjir yang ada di Bengkulu ini,” paparnya.

Pihaknya menegaskan akan mendorong bagaimana adanya optimalisasi dan peningkatan anggaran untuk penanggulangan bencana banjir di Bengkulu.(TB)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *