Bengkulu, tintabangsa.com- Pemerintah Daerah (Pemda) diminta serius dalam memperhatikan nasib petani, terlebih di tengah pandemi Covid-19. Hal itu diungkapkan Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Bengkulu, Moh. Gustiadi, S.Sos, Jumat (5/2/2021).

“Petani masih terkesan dibelenggu dengan kemiskinan, padahal sektor pertanian sendiri merupakan satu-satunya sektor yang mengalami pertumbuhan positif. Kondisi ini diperparah sulitnya mewujudkan pemerataan, terutama terhadap para petani,” kata Gustiadi, Jumat (5/2).

Pria akrab disapa Edi Tiger itu mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 ini, pertumbuhan ekonomi secara global sangat merisaukan. Secara umum pertumbuhan barbagai sektor, seperti pembangunan cenderung negatif. Hanya sedikit yang tumbuh positif, salah satunya sektor pertanian.

“Sektor pertanian ini termasuk sektor yang tahan banting. Fakta ini sejarah yang mencatatnya, jadi tidak salah ketika Pemda memberikan perhatian lebih pada sektor pertanian ini,” ungkap anggota komisi lll DPRD Provinsi Bengkulu itu.

Politisi Gerindra itu mengungkapkan, sektor pertanian tetap tumbuh positif, tentu saja karena ketangguhan para petani selaku pelaku utama dalam mengelola usaha taninya. Buktinya saja di tengah pandemi ini, para petani tetap bekerja keras dalam memacu produksi pertaniannya. “Namun hasil produksi itu belum diimbangi dengan harga jual yang memadai,” sesalnya.

Ia menyesalkan pemda dalam hal kecil seperti ini harusnya berperan. Sehingga kedepannya ekonomi petani bisa merangkak naik, dan tidak lagi dibelenggu dengan kemiskinan. (ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here