Teuku Zulkarnain Dorong Pelindo Gandeng BUMD Bengkulu, Bidik Peluang Usaha dan Peningkatan PAD

BENGKULU, Tintabangsa.com – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, S.E., mendorong penguatan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melalui kerja sama strategis dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Langkah ini dinilai menjadi peluang bagi BUMD untuk mengembangkan usaha, menangkap potensi ekonomi kepelabuhanan, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bengkulu.

Dalam upaya tersebut, Teuku Zulkarnain mendorong PT Bengkulu Mandiri menjalin kerja sama dengan Pelindo melalui nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Menurutnya, rencana revitalisasi pelabuhan yang dimiliki Pelindo harus dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha bagi perusahaan daerah, bukan sekadar menjadi penonton di tengah perkembangan sektor kepelabuhanan.

Ia menilai, terdapat sejumlah sektor potensial yang dapat digarap BUMD, mulai dari penyediaan logistik, pasokan air bersih untuk kebutuhan kapal, hingga penyediaan material yang dibutuhkan dalam proses revitalisasi pelabuhan.

“Pelindo memiliki rencana untuk melakukan revitalisasi pelabuhan. Peran BUMD jangan hanya menjadi penonton. Kita ingin melihat apa yang bisa dikerjakan, mulai dari pasokan logistik, air bersih untuk kapal, hingga kebutuhan material untuk mendukung revitalisasi pelabuhan,” ujar Teuku Zulkarnain.

Menurutnya, kerja sama dengan Pelindo dapat menjadi langkah konkret untuk mendorong BUMD lebih produktif dan memiliki kegiatan usaha yang jelas. Dengan demikian, perusahaan daerah diharapkan tidak hanya bergantung pada penyertaan modal pemerintah, tetapi mampu mengembangkan bisnis berdasarkan kebutuhan pasar dan peluang yang tersedia.

Teuku Zulkarnain menjelaskan, pemerintah daerah perlu lebih selektif dalam mengalokasikan anggaran kepada BUMD, terutama apabila kinerja dan hasil usaha yang diharapkan belum tercapai. Ia menyinggung PT Bengkulu Mandiri yang, menurut keterangannya, masih memiliki kewajiban utang hampir Rp4,18 miliar.

Karena itu, ia menilai pengembangan usaha melalui kemitraan dengan pihak yang memiliki potensi bisnis perlu menjadi prioritas. Kerja sama yang didukung kontrak jelas diharapkan mampu membuka ruang usaha baru sekaligus memperkuat kemampuan perusahaan daerah dalam menjalankan aktivitas bisnis secara berkelanjutan.

“Kita ingin BUMD ini bisa hidup, menjalankan usaha secara produktif, dan menghasilkan PAD bagi Provinsi Bengkulu. Karena itu, kita mendorong adanya kerja sama konkret dengan Pelindo agar peluang usaha yang tersedia bisa dimanfaatkan,” tegasnya.

Selain PT Bengkulu Mandiri, Teuku Zulkarnain juga membuka peluang bagi BUMD lainnya, termasuk BIMEX, untuk terlibat dalam pengembangan sektor usaha yang potensial. Menurutnya, peluang ekonomi di Bengkulu cukup beragam, termasuk perdagangan dan ekspor berbagai komoditas unggulan daerah.

Ia mencontohkan pihak swasta yang telah menjalankan kegiatan ekspor kopi, cangkang, batu bara, kelapa, dan berbagai komoditas lainnya. Peluang serupa, menurutnya, perlu dipelajari dan dimanfaatkan BUMD sepanjang memiliki kemampuan usaha, mitra yang tepat, serta perencanaan bisnis yang matang.

“Banyak pihak swasta yang mampu melakukan ekspor berbagai komoditas. Mengapa BUMD tidak bisa melakukan hal yang sama? Kita perlu melihat peluangnya dan mencari tahu apa yang harus diperbaiki agar perusahaan daerah bisa ikut berkembang,” katanya.

Dari sisi pembiayaan, Teuku Zulkarnain menilai perbankan daerah, termasuk Bank Bengkulu, berpotensi menjadi mitra pendukung pengembangan usaha BUMD. Dukungan pembiayaan tersebut dapat dipertimbangkan apabila perusahaan daerah telah memiliki kerja sama yang jelas, kontrak usaha yang terukur, serta prospek bisnis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, pengembangan BUMD tidak harus selalu bertumpu pada anggaran pemerintah daerah. Kolaborasi dengan perusahaan pelabuhan, pelaku usaha swasta, dan lembaga perbankan dapat menjadi alternatif untuk memperkuat permodalan sekaligus memperluas jaringan bisnis.

“Kita tidak perlu terlalu banyak berteori. Yang terpenting, bagaimana membantu BUMD agar bisa bangkit, berkembang, dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah. Kalau kerja samanya jelas dan kontraknya ada, peluang dukungan pembiayaan juga bisa dibicarakan,” ungkapnya.(TB)

Komentar