Mukonuko, tintabangsa com – Belum usai merealisasikan Perubahan APBDes 2026, Pemerintah Desa Mundam Marap, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, sudah menyiapkan langkah untuk menghadapi tahun anggaran 2027. Fokus utamanya satu: memperkuat kemandirian desa dalam mengatur keuangannya sendiri.
Sekretaris Desa Mundam Marap, Dedi Riansyah, menuturkan bahwa desa kini dituntut untuk lebih mandiri dalam mengelola keuangan. Karena itu, menurutnya, kemampuan fiskal desa harus dipikirkan secara serius sejak dini, terlebih dengan adanya ketentuan komposisi belanja desa yang mengatur porsi 30 persen dan 70 persen.
“Ke depan, desa diminta mandiri dalam mengatur keuangannya. Kemampuan fiskal ini harus kami pikirkan secara serius, apalagi ada komposisi belanja yang mengatur persentase 30 persen untuk belanja pegawai dan 70 persen untuk belanja lainnya. Kuncinya ada pada optimalisasi PADes sebagai penopang keuangan desa,” ungkap Dedi.
Ia lantas memaparkan gambaran perhitungan kebutuhan fiskal desa untuk tahun 2027. Agar komposisi belanja tetap terjaga, Desa Mundam Marap setidaknya perlu memiliki total pendapatan di atas Rp1,1 Miliar.
Dari proyeksi yang ada, Alokasi Dana Desa (ADD) diperkirakan berada di angka Rp. 440 Juta dan Dana Desa (DD) di kisaran Rp. 260 Juta. Dengan proyeksi itu, PADes dituntut berada di atas Rp. 300 Juta.
“Perimbangannya sangat bergantung pada berapa akumulasi Silpa PAD Mundam Marap tahun ini. Kalau Silpa PAD masih di angka Rp.100 Juta untuk realisasi belanja 2026, maka PADes 2027 harus berada di angka minimal Rp. 250 Juta,” terang Dedi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemdes Mundam Marap tidak tinggal diam. Sejumlah langkah nyata telah disiapkan sebagai solusi untuk menaikkan PAD.
Langkah pertama, menggali potensi desa secara detail yang kemudian akan diatur dalam Peraturan Desa (Perdes) tentang Sumber-Sumber PADes agar dapat diterapkan secara sah dan tertib.
Langkah kedua, mengoptimalkan program Ketahanan Pangan Desa yang sudah berjalan, yakni pengelolaan Sapi Ketahanan Pangan. Program ini juga akan diatur secara khusus melalui Perdes tersendiri agar hasilnya dapat memberikan kontribusi bagi PADes.
Dengan berbagai persiapan tersebut, Pemdes Mundam Marap optimistis dapat menjaga komposisi belanja yang ideal sekaligus melangkah lebih mantap menuju kemandirian fiskal pada tahun anggaran 2027.
“Ini bentuk ikhtiar nyata dari Pemerintah Desa Mundam Marap. Kami ingin desa benar-benar mandiri dalam keuangan, tidak hanya bergantung pada dana transfer, tapi mampu menopang pembangunannya sendiri lewat PADes yang kuat,” pungkas Dedi. (ADV/AS).

