BENGKULU, Tintabangsa.com – Wakil Gubernur Bengkulu Mian menegaskan bahwa proses praakreditasi RSUD M. Yunus tidak boleh hanya dimaknai sebagai pemenuhan standar administrasi. Momentum tersebut harus menjadi bahan evaluasi untuk membenahi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Mian saat meninjau langsung pelaksanaan praakreditasi di RSUD M. Yunus, Senin (7/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Mian didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar.
Praakreditasi di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Bengkulu tersebut berlangsung selama empat hari, mulai Jumat (4/9) hingga Senin (7/9).
Menurut Mian, evaluasi melalui proses praakreditasi harus menghasilkan perubahan nyata, terutama dalam hal pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Ia meminta jajaran RSUD M. Yunus meninggalkan pola pelayanan yang terkesan lamban atau kurang responsif. Seluruh unsur rumah sakit juga didorong membangun kerja sama yang kuat agar pelayanan kepada pasien semakin optimal.
“Jangan lagi terasa cuek dalam pelayanan kepada masyarakat. Kita harus membentuk teamwork yang solid. Kalau sudah solid, misi Pak Gubernur dan saya sebagai wakil gubernur akan tercapai,” ujar Mian.
Mian menilai pelayanan rumah sakit merupakan salah satu sektor yang menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Karena itu, setiap proses evaluasi harus dimanfaatkan untuk menemukan kekurangan sekaligus memperbaikinya.
Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin hasil evaluasi berhenti pada laporan, tetapi harus diikuti dengan pembenahan konkret di lapangan.
“Rangkaian akreditasi ini titik poinnya adalah evaluasi. Kalau dulu seperti ini, ke depan harus lebih baik. Itu yang penting,” tegasnya.
Mian juga mengingatkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur di rumah sakit. Tidak ada satu pihak yang dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik.
Menurutnya, kekompakan antarbagian menjadi salah satu kunci agar berbagai target peningkatan pelayanan dapat dijalankan secara konsisten.
Peningkatan kualitas pelayanan RSUD M. Yunus tersebut juga diharapkan sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Bengkulu, termasuk program “Bantu Rakyat”, yang menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai salah satu fokus utama pemerintah daerah.
Dengan adanya praakreditasi, pemerintah berharap berbagai aspek pelayanan dapat terus dievaluasi dan diperbaiki sehingga masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang lebih cepat, responsif, dan berkualitas.(TB)

