tintabangsa.com, Lebong – Penanganan darurat jalan putus di Desa Talang Ratu, Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong, memunculkan perbedaan pandangan di lapangan. Seorang warga Rimbo Pengadang bernama Bobby Sr menyebut penanganan awal dilakukan atas inisiatif masyarakat bersama sejumlah pihak yang bergerak cepat membantu akses jalan.
Melalui pesan WhatsApp, Bobby mengaku tidak melihat adanya pihak PUPR Provinsi Bengkulu saat penanganan awal dilakukan pada Jumat (8/5/2026).
“Setahu saya tidak ada pihak PU (Provinsi, red) tadi. Yang ada masyarakat, TNI-Polri, Bu Roiyana membantu alat, dan Pak Ali Khan membantu material,” ujar Bobby.
Ia menjelaskan, saat proses penanganan berlangsung, alat berat sempat terkendala bahan bakar sehingga masyarakat bersama aparat di lapangan berupaya mencari solusi agar pekerjaan dapat segera dilakukan.
“Kebetulan stok minyak untuk alat tidak ada. Setelah berunding dengan pihak kepolisian dan TNI, saya ikut membantu uang untuk membeli minyak supaya alat cepat bekerja dan membantu rokok operator,” katanya.
Dalam percakapan melalui sambungan telepon, Bobby menjelaskan penanganan darurat dilakukan secara cepat karena jalan tersebut merupakan akses utama penghubung Kabupaten Lebong dan Kabupaten Rejang Lebong.
“Awalnya tadi Pak Ali Khan lebih dulu bergerak. Setelah itu koordinasi dengan pihak Polsek dan Danramil untuk meminjam alat dari Bu Roiyana. Karena bahan bakar alat tidak ada, akhirnya kami berembuk dan saya membantu biaya minyak supaya alat bisa cepat bergerak,” ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Lebong sempat ditelfon Bobby Sr agar melihat kondisi patahan jalan,
“Tadi itu saya yang telfon Wabup saat Wabup masih bersih-bersih bekas banjir, jadi begitu tiba di sini, memang jalan sudah bisa dilewati” terang Bobby.
Sebelumnya, Bambang ASB yang sempat hadir di lokasi menyampaikan penanganan sementara telah dilakukan sehingga kendaraan sudah dapat kembali melintasi jalur Talang Ratu.
“Uku pei belek kunei tlg ratau..penanganan smentara.sudah di lakukan mobil sudah bisa lewat,” ujar Bambang melalui pesan singkat.
Bambang juga menyebut sejumlah pihak turut membantu penanganan darurat di lokasi.
“Au..uku nano ngen ayuk royana ba.temau nak lokasi……si tmulung alat berat alikhan bantu material…,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso mengatakan tim di lapangan memilih bergerak cepat mencari solusi agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
“Tim kita ada di lapangan kerja perlu cepat. Kalau menunggu alat Provinsi kan besok baru kerja, makanya tim lapangan bergerak cari solusi dan alternatif lain supaya pelayanan kepada masyarakat segera,” kata Tejo.
Terkait dukungan pemerintah provinsi terhadap penanganan darurat tersebut, Tejo menambahkan kebutuhan bahan bakar nantinya tetap akan dibantu pemerintah.
“Iya, tetap minyak nanti dari kita,” tambahnya.
Menanggapi hal itu, Bobby mengatakan masyarakat pada dasarnya hanya berharap adanya respons yang cepat terhadap kondisi jalan tersebut, bukan sekadar penggantian biaya yang telah dikeluarkan warga saat penanganan darurat dilakukan.
“Kalau soal mengganti biaya itu rasanya tidak perlu lagi karena pekerjaan sudah selesai. Kami hanya berharap respons pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi bisa lebih cepat, karena jalan ini satu-satunya akses penghubung Lebong dan Rejang Lebong,” tutupnya.

