Mukomuko, tintabangsa.com– Situasi salah satu jalan utama di Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko nyaris terputus akibat gorong-gorong jebol setelah dihantam hujan deras yang memicu erosi tanah yang terjadi sejak awal bulan April. Jebolnya gorong-gorong mengakibatkan badan jalan amblas, menciptakan lubang besar yang mengancam keselamatan pengguna jalan.
Kondisi gorong-gorong yang jebol tersebut posisinya di jalan utama menuju SMPN 2 Mukomuko Desa Pulai Payung dan penghubung ke Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Ipuh.
Terpantau di lokasi, warga melakukan tindakan darurat memasang tanda peringatan berupa ban bekas, atau kayu guna menghindari terjadinya kecelakaan.
Salah satu warga sekitar saat ditemui awak media mengatakan, penyebab utama jebolnya gorong-gorong dan badan jalan tersebut diduga curah hujan tinggi yang menyebabkan debit air meluap dan menggerus struktur tanah di sekitar gorong-gorong.
“Faktor lainnya diduga gorong-gorong terlalu kecil sehingga saat hujan lebat tidak mampu menampung debit air yang mengalir,” jelas warga setempat.
Sebagai warga pihaknya berharap pemerintah bisa segera melakukan perbaikan terhadap gorong-gorong dan badan jalan yang rusak tersebut mengingat jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat.
Ia juga mengakui, jika belum lama ini ada 2 warga yang menjadi korban kecelakaan di badan jalan berlobang tersebut. Salah satunya orang tua berumur sekitar 60 tahun naik motor pulang dari sholat nyemplung ke siring bersama motornya. Kemudian anak remaja laki laki terjatuh hingga terseret bersama motor di jalan.
“Gorong-gorong ini ukurannya kecil dan maunya dilebarkan dan diganti dengan kotak (box culvert) yang lebih kuat, dan dilakukan pemadatan tanah kembali,” harap warga.
Pada hari yang sama, Camat Ipuh, Sepradanur, S.Sos, saat ditemui di kantornya membenarkan adanya kondisi jalan dan gorong-gorong jebol tersebut menuju SMPN 2 Mukomuko. Menurut Sepradanur, gorong-gorong dan badan jalan yang jebol tersebut terjadi pada saat hujan lebat 7 April lalu.
“Saya kan sudah ngecek jembatan itu dan sudah saya laporkan sebelum kondisinya betul-betul hancur. Saat dicek batu penahan gorong-gorong diujung itu hanyut membuat posisi gorong-gorong itu miring. Namun kemarin ketika dihantam hujan air naik dari atas. Karena ada lobang makin tergerus. Nah, PU sudah ngecek itu juga dan PU jiga meminta agar yang jebol itu jangan ditimbun karena akan secepatnya dikerjakan. Tapi ini sudah lebih 10 hari belum dikerjakan. Masyarakat sudah pada nanya ke saya kapan dikerjakan,” ujar Camat.
Bahkan camat mengatakan, sudah ada warga yang mengaku bersedia menimbun gorong-gorong yang jebol tersebut dan datang menemuinya baru-baru ini namun camat tidak menyetujui lantaran ada larangan sebelumnya dari PU.
“Kejadian 7 April, saya laporkan ke Bupati 8 April. Dan 9 April, pihak PU menelfon saya dan mengatakan bahwa gorong-gorong rusak itu secepatnya akan diperbaiki. Mudah mudahan saja dalam waktu dekat pihak PU bisa segera memperbaiki gorong-gorong yang jebol itu sebab jalan itu merupakan akses utama masyarakat,” jelas Camat.
Terpisah. Kepala Desa Pulai Payung
Mustarrudin, SE., N.LP, saat diminta tanggapannya kepada awak media tintabangsa.com menyampaikan sangat prihatin atas kondisi jebolnya gorong-gorong di jalan utama menuju SMPN 2 Mukomuko dan akses penghubung ke Desa Tanjung Harapan.
“Kami dari Pemerintah Desa Pulai Payung sangat prihatin atas kejadian tersebut. Peristiwa ini bukan hanya berdampak pada kerusakan infrastruktur, tetapi juga telah mengancam keselamatan masyarakat. Kami mencatat sudah adanya korban kecelakaan akibat kondisi jalan yang amblas, sehingga hal ini harus menjadi perhatian serius dan penanganan prioritas,” kata Kades.
Dilanjutkan oleh Kades, Pemerintah Desa Pulai Payung sejak awal telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Ipuh dan instansi terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum. Kades juga mengapresiasi langkah cepat Camat Ipuh yang telah melaporkan kondisi ini ke pemerintah kabupaten.
“Namun demikian, kami berharap agar pihak terkait, khususnya Dinas PU Kabupaten Mukomuko, dapat segera merealisasikan perbaikan yang telah direncanakan. Mengingat jalan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat, termasuk pelajar, petani, dan aktivitas ekonomi warga.
Kami juga mendukung aspirasi masyarakat agar ke depan pembangunan gorong-gorong dapat menggunakan konstruksi yang lebih kuat, seperti box culvert, dengan kapasitas yang memadai agar mampu menahan debit air saat curah hujan tinggi, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali,” lanjut Kades.
Kades mengatakan, sementara menunggu perbaikan permanen, Pemerintah Desa mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintas di lokasi tersebut. Menurutnya, Pemerintah desa bersama warga juga telah melakukan upaya darurat dengan memasang tanda peringatan guna meminimalisir risiko kecelakaan.
“Kami berharap perbaikan dapat segera dilaksanakan dalam waktu dekat demi keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat'” harap Kades.
Sementara itu, pihak dinas PUPR Kabupaten Mukomuko dihubungi lewat WhatsApp melalui Kabid Bina Marga, M.Yusuf, ST pada Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 08.05 Wib dan hingga berita ini dinaikkan pukul 09. 45 Wib, pihak PUPR Mukomuko belum memberikan tanggapan selanjutnya terkait informasi ini.
(AS/TB).

