SELUMA, Tintabangsa.com,-Proyek infrastruktur bernilai besar kembali menuai sorotan tajam. Jembatan Air Matan yang menghubungkan Desa Pasar Seluma dan Desa Rawa Indah, Kabupaten Seluma, dilaporkan amblas hanya dalam hitungan minggu setelah diresmikan.
Jembatan dengan anggaran mencapai Rp16 miliar tersebut sebelumnya diresmikan pada 6 Februari 2026. Namun belum genap dua bulan, tepatnya pada 4 April 2026, kondisi jembatan sudah mengalami kerusakan serius hingga nyaris tak bisa lagi digunakan oleh masyarakat.
Salah satu warga, Andy Wijaya, mengungkapkan kekecewaannya setelah melihat langsung kondisi jembatan bersama perangkat desa setempat.
“Saya bersama Pak RT dan Ibu RT mengecek langsung. Jembatan Matan ini ambrol, tergerus. Dananya Rp16 miliar, diresmikan Februari, sekarang April sudah seperti ini. Sebentar lagi tidak bisa digunakan lagi,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Ia menilai kerusakan tersebut sangat merugikan masyarakat, mengingat jembatan itu merupakan akses vital yang menghubungkan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga antar desa.

“Kami mohon pemerintah provinsi segera meninjau ulang. Dana Rp16 miliar tapi tidak bisa dimanfaatkan. Yang rugi kami masyarakat,” tegasnya.
Saat peresmian, pembangunan jembatan ini disebut sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan aksesibilitas di wilayah pedesaan. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mempercepat pelayanan serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Namun kondisi di lapangan kini justru berbanding terbalik dengan harapan tersebut. Jembatan yang seharusnya menjadi simbol kemajuan justru berubah menjadi sorotan publik.
Peristiwa ini memunculkan pertanyaan serius terkait kualitas perencanaan dan pelaksanaan proyek. Bagaimana mungkin infrastruktur bernilai miliaran rupiah mengalami kerusakan dalam waktu yang begitu singkat?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor maupun instansi teknis terkait penyebab pasti amblasnya jembatan tersebut.(TB)

