Klarifikasi Wehelmi :Viral Video Disebut Editan, Penutupan Dapur MBG Bukan Karena Isu Media Sosial

Bengkulu, Tintabangsa.com,-Menyusul viralnya pemberitaan terkait dugaan polemik dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pemilik yayasan, Wehelmi Ade Tarigan, akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi.

Wehelmi dengan tegas membantah berbagai informasi yang beredar di media sosial maupun sejumlah pemberitaan yang menyebut dirinya terlibat dalam video dukungan terhadap salah satu pemilik dapur MBG.

Menurutnya, video yang beredar tersebut telah mengalami pengeditan dan penambahan narasi yang tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

“Video itu sudah diedit dan ditambah-tambah narasinya. Saya tidak pernah memberikan pernyataan seperti yang beredar,” tegasnya.

Ia juga meluruskan informasi terkait kepemilikan SPPG yang selama ini simpang siur. Wehelmi menegaskan bahwa dirinya bukan pemilik 10 unit SPPG seperti yang disebutkan dalam beberapa pemberitaan.

“Saya hanya memiliki satu SPPG. Sisanya itu milik rekanan, mereka hanya menggunakan atau meminjam yayasan milik saya,” jelasnya.

Terkait video yang disebut-sebut membela salah satu rekan sesama pemilik dapur MBG, Wehelmi kembali membantah keras. Ia mengaku tidak mengenal sosok yang dimaksud dalam video tersebut.

“Saya tidak kenal dengan orang yang ada di video itu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wehelmi juga meminta kepada media untuk membantu meluruskan informasi yang berkembang, khususnya terkait isu penutupan dapur MBG miliknya yang dikaitkan dengan viralnya video tersebut.

Ia membenarkan bahwa dapur SPPG miliknya memang saat ini ditutup sementara. Namun, ia menegaskan bahwa penutupan tersebut bukan disebabkan oleh tekanan atau dampak viral di media sosial.

“Benar, dapur SPPG saya memang ditutup sementara. Tapi itu bukan karena viralnya video. Ada beberapa hal internal yang menjadi alasan penutupan tersebut,” ungkapnya tanpa merinci lebih lanjut.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait isu pelabelan halal pada dapur SPPG di bawah yayasannya, Wehelmi mengakui bahwa proses sertifikasi halal masih berlangsung.

“Untuk pelabelan halal saat ini masih dalam proses dan belum selesai, jadi memang belum ada label halal yang terpasang,” jelasnya.

Sebelumnya, pemberitaan berjudul “Viral Berujung Penutupan! Satu SPPG Bengkulu ‘Tersungkur’, Nasib 9 Lainnya Dipertanyakan” sempat memicu spekulasi publik. Penutupan salah satu unit SPPG disebut-sebut berkaitan dengan tekanan akibat viralnya isu di media sosial.

Namun dengan adanya klarifikasi ini, Wehelmi berharap tidak ada lagi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan program pelayanan gizi secara profesional dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk menyelesaikan proses sertifikasi halal yang saat ini sedang berjalan.

Perkembangan lebih lanjut terkait operasional SPPG serta proses legalitas lainnya masih terus dinantikan publik, seiring meningkatnya perhatian terhadap transparansi dan kualitas program MBG di Provinsi Bengkulu.(TB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *