Bengkulu – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Bengkulu menilai program pemberdayaan ekonomi umat yang dijalankan di wilayah KUA Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, sebagai salah satu program yang berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Kanwil Kemenag Bengkulu menyampaikan bahwa program tersebut terbukti memberikan dampak nyata, khususnya dalam meningkatkan pendapatan kelompok masyarakat penerima manfaat yang sebelumnya berada dalam kategori ekonomi lemah.
Menurutnya, program pemberdayaan ekonomi umat merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memperkuat ketahanan sosial melalui pendekatan keagamaan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari Asta Protas Kementerian Agama.
“Program ini tidak hanya bersifat bantuan sesaat, tetapi bertujuan membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Di Arga Makmur, kita melihat adanya peningkatan pendapatan serta perubahan pola hidup masyarakat penerima manfaat,” ungkapnya.
Keberhasilan tersebut, lanjut Kakanwil, akan dijadikan model untuk pengembangan program serupa di wilayah lain. Ke depan, program pemberdayaan ekonomi umat direncanakan diperluas ke seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) di Provinsi Bengkulu.
Ia menjelaskan bahwa KUA memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan pelayanan Kementerian Agama di tingkat kecamatan, sehingga dinilai tepat menjadi pusat penguatan ekonomi umat berbasis komunitas.
“Kita ingin program ini tidak berhenti di satu titik. Seluruh KUA diharapkan mampu mengimplementasikan program pemberdayaan ekonomi umat, sehingga tagline ‘Mengubah Mustahiq Menjadi Muzakki’ dapat benar-benar terwujud,” jelasnya.
Tagline tersebut mencerminkan harapan agar masyarakat yang awalnya menerima bantuan (mustahiq) dapat bangkit menjadi mandiri dan bahkan mampu menjadi pemberi zakat (muzakki), sebagai indikator kemajuan ekonomi umat yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Kakanwil juga menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap fungsi KUA yang lebih luas. Ia menegaskan bahwa KUA tidak hanya berperan dalam pelayanan pernikahan, tetapi juga menjadi pusat layanan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
“KUA bukan hanya urusan nikah, tetapi ujung tombak pelayanan Kementerian Agama di masyarakat, termasuk dalam program pemberdayaan ekonomi umat,” tegasnya.
Ia menambahkan, KUA juga memiliki peran strategis sebagai penghubung komunikasi program pemerintah kepada masyarakat di tingkat kecamatan.
Melalui wawancara bersama ANTARA, Kanwil Kemenag Bengkulu berharap masyarakat semakin memahami peran KUA sebagai pusat layanan umat yang holistik sekaligus mitra pemerintah dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi berbasis nilai-nilai keagamaan.
“Dengan kolaborasi Kementerian Agama, Lembaga Amil Zakat (LAZ), dan masyarakat, kami optimistis program ini akan terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Bengkulu,” pungkasnya.

