Bukan Sekadar Target, Tengku Zulkarnain Siapkan Atlet Bengkulu untuk PON 2028

BENGKULU, Tintabangsa.com – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu, Tengku Zulkarnain, terus mendorong penguatan pembinaan atlet sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Di bawah kepemimpinannya, KONI menerapkan sistem pemantauan dan evaluasi secara rutin untuk memastikan setiap atlet menunjukkan perkembangan yang terukur. Persiapan tidak hanya dilakukan menjelang pertandingan, tetapi dimulai sejak proses latihan sehari-hari.

Tengku mengatakan, KONI telah membentuk Tim Peninjauan yang bertugas memantau latihan, persiapan atlet, serta berbagai perkembangan yang berkaitan dengan pembinaan.

“Setiap hari ada yang namanya Tim Peninjauan. Tim ini bertugas memantau latihan atlet, persiapan atlet, serta berbagai perkembangan yang berkaitan dengan pembinaan atlet,” ujar Tengku.

Tim Peninjauan tersebut tergabung dalam Satgas yang melibatkan berbagai unsur. KONI juga melibatkan pihak independen dari Universitas Bengkulu, khususnya FKIP Penjaskes, untuk membantu melakukan peninjauan terhadap perkembangan atlet.

Menurut Tengku, keterlibatan pihak independen dibutuhkan agar proses pemantauan dan evaluasi dapat dilakukan secara objektif. Atlet harus mampu menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu.

“Atlet harus terus berlatih. Setiap hari, setiap minggu, hingga setiap bulan harus terlihat apakah ada progres dan peningkatan prestasi atau tidak,” tegasnya.

Sistem pembinaan yang diterapkan KONI juga bersifat dinamis. Atlet yang masuk dalam program utama tidak otomatis mempertahankan posisinya. Apabila tidak menunjukkan perkembangan, atlet tersebut dapat digantikan oleh atlet lain.

Sebaliknya, atlet yang sebelumnya berada di lapisan bawah memiliki kesempatan naik apabila mampu menunjukkan progres dan prestasi yang lebih baik.

“Kalau tidak menunjukkan perkembangan, bisa saja digantikan oleh atlet lain. Bahkan atlet yang sebelumnya berada di lapisan bawah dapat naik apabila menunjukkan progres dan prestasi yang lebih baik,” jelasnya.

Saat ini terdapat 17 cabang olahraga (cabor) dalam program pembinaan KONI. Dengan rata-rata dua hingga tiga atlet pada setiap cabor, jumlah atlet yang dipantau mencapai sekitar 50-an orang.

Mereka dipantau secara rutin, baik dari sisi aktivitas latihan maupun perkembangan prestasinya. Pemantauan tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan atlet yang benar-benar memiliki potensi untuk bersaing pada PON 2028.

Tengku menegaskan, target prestasi 2028 tidak dapat dicapai melalui persiapan yang dilakukan secara mendadak. Persiapan harus dilakukan sejak sekarang dengan pola pembinaan yang konsisten.

“Kalau ingin mendapatkan prestasi pada 2028, tentu persiapannya tidak bisa dilakukan secara mendadak. Harus dimulai dari sekarang dan dilakukan secara konsisten,” katanya.

Untuk mendukung proses tersebut, seluruh sumber daya KONI diarahkan pada pembinaan atlet, termasuk dukungan anggaran dan fasilitas. Atlet dan pelatih juga menerima honor setiap bulan.

Namun, dukungan tersebut tetap disertai evaluasi. Jika dalam evaluasi tidak terdapat peningkatan, KONI dapat melakukan perubahan terhadap atlet yang masuk dalam program pembinaan.

“Kalau dalam evaluasi ternyata perkembangan atlet tidak meningkat, maka pembinaannya dapat dievaluasi dan dialihkan kepada atlet lain yang benar-benar menunjukkan kemauan, kerja keras, dan potensi untuk berprestasi,” ujarnya.

Tengku mengatakan, KONI berupaya memberikan dukungan agar atlet dan pelatih dapat fokus menjalankan tugas masing-masing.

“Pada prinsipnya, seluruh kebutuhan pembinaan difasilitasi oleh KONI. Tugas atlet adalah latihan, tugas pelatih adalah melatih, sedangkan urusan lainnya menjadi tanggung jawab KONI,” tegasnya.

Dengan sistem pemantauan dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan, KONI Provinsi Bengkulu menargetkan persiapan menuju PON 2028 semakin terarah dan terukur.(TB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *