Lebong, tintabangsa.com – Forum Aksi Aktivis Lebong (FAAL) menyerukan kepada seluruh pemuda dan masyarakat Kabupaten Lebong untuk bersama-sama menyampaikan aspirasi dalam aksi damai yang akan digelar di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong, Selasa (1/9/2026).
Seruan tersebut disampaikan Koordinator Aksi FAAL, Fahim Iqbal, dalam wawancara pada Senin (31/8/2026), sehari menjelang aksi.
Fahim mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk keresahan sekaligus dorongan masyarakat agar sejumlah persoalan dan perkara lama yang selama ini menjadi perhatian publik dapat diberikan kejelasan.
Menurutnya, pergantian pimpinan Kejari Lebong menjadi momentum baru untuk kembali menagih kepastian atas berbagai perkara yang dinilai belum tuntas.
“Kami mengajak seluruh pemuda Lebong untuk turun dan menyuarakan aspirasi. Ini momentum yang tepat, terlebih sekarang ada Kajari baru. Kami ingin perkara-perkara lama yang selama ini menjadi perhatian masyarakat kembali mendapat kejelasan dan dituntaskan sesuai proses hukum,” ujar Fahim, Senin (31/8/2026).
Ia menegaskan, aksi yang akan dilakukan FAAL merupakan aksi damai. Pihaknya tidak bermaksud mengganggu proses hukum maupun menghakimi pihak tertentu.
“Kami turun bukan untuk membuat kerusuhan. Kami turun untuk menyampaikan aspirasi. Kalau memang perkara masih dalam proses, kami ingin tahu bagaimana perkembangannya. Kalau ada yang harus dituntaskan, ya tuntaskan. Jangan sampai perkara yang sudah lama menjadi perhatian masyarakat justru tidak jelas ujungnya,” tegasnya.
Fahim menyebut, terdapat sejumlah persoalan yang akan menjadi materi tuntutan dalam aksi tersebut.
Di antaranya dugaan pungli dan kecurangan seleksi PPPK periode 2021–2024, dugaan korupsi di PDAM, dugaan pungli dana BOS dan mutasi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026, persoalan Pasar Ajai Siang, dugaan fee 20 persen program OPLAH, persoalan pabrik jeruk Gerga, dana refocusing anggaran MT2 serta dugaan penyimpangan BOK DP3APPKB.
Menurut Fahim, tuntutan tersebut tidak muncul secara tiba-tiba. Sebagian merupakan persoalan yang telah lama menjadi sorotan dan dinantikan perkembangannya oleh masyarakat.
“Ini bukan persoalan baru. Ada perkara-perkara yang sudah lama dibicarakan dan ditunggu masyarakat. Karena itu kami ingin momentum pergantian Kajari ini menjadi titik awal untuk memberikan kepastian. Kami tidak meminta hukum ditegakkan berdasarkan tekanan, tetapi berdasarkan fakta dan aturan yang berlaku,” katanya.
Ia pun mengajak masyarakat yang memiliki keresahan terhadap persoalan publik untuk ikut menyampaikan aspirasinya secara tertib.
“Mari pemuda Lebong, kita serukan suara kita. Datang, bersatu dan berjuang secara damai. Kita tidak turun untuk rusuh, tetapi untuk menyampaikan bahwa masyarakat masih menunggu kejelasan dan keadilan,” pungkas Fahim.
Aksi damai FAAL dijadwalkan berlangsung Selasa, 1 September 2026, di depan Kantor Kejari Lebong. (bks)

