Tudingan Bupati Kaur Gusril Bahas Proyek dengan Dian Putri Bungsu Dibantah, Frank: Jangan Giring Opini Liar

BENGKULU – Tudingan terkait pertemuan Bupati Kaur Gusril Pausi dengan Sales Marketing PT CMC, Dian Putri Bungsu, yang disebut membahas proyek dibantah tegas oleh Frank, orang dekat sekaligus Koordinator Militan Gusril.

Frank mengaku telah mengonfirmasi langsung kepada Bupati Gusril terkait pertemuan tersebut. Menurutnya, pertemuan Gusril dengan Dian merupakan hal yang sudah biasa terjadi dan tidak berkaitan dengan pembahasan proyek.

Ia menjelaskan, Dian merupakan anak dari Arifin Daud, yang pernah menjadi atasan Gusril ketika bertugas di Pemerintah Kota Bengkulu sebagai ajudan. Hubungan tersebut, kata Frank, telah terjalin sejak Dian masih duduk di bangku SMP.

“Pak Gusril sudah mengenal Dian sejak masih SMP. Dulu beliau juga sering menjemput Dian pulang sekolah atas perintah atasannya. Jadi Dian ini bukan orang lain lagi bagi Pak Gusril, sudah dianggap seperti keluarga,” ujar Frank.

Menurut Frank, hubungan tersebut membuat komunikasi dan silaturahmi antara Gusril dan Dian tetap terjalin, bahkan sebelum Gusril menjabat sebagai Bupati Kaur.

Ia menyebut kedatangan Dian ke kediaman Gusril setelah pelantikan sebagai Bupati Kaur juga dalam rangka silaturahmi sekaligus menyampaikan ucapan selamat.

“Dian datang bersama orang tuanya, Arifin Daud dan istrinya, AKBP Sandra. Itu murni silaturahmi dan ucapan selamat. Tidak ada pembahasan proyek,” tegasnya.

Frank juga menyebut saat pertemuan tersebut Gusril masih fokus dengan agenda awal kepemimpinannya, termasuk menerima sejumlah tamu serta melakukan pembenahan birokrasi.

Bahkan, menurut Frank, ketika bertemu Dian, Gusril belum mengetahui bahwa Dian bekerja di PT CMC. Gusril disebut mengira Dian berprofesi sebagai advokat.

“Jadi tudingan yang mengatakan Gusril dan Dian membahas proyek itu tidak benar. Bahkan saat bertemu, Pak Gusril belum tahu Dian bekerja di PT CMC. Beliau mengira Dian seorang advokat,” ungkapnya.

Bantah Pertemuan Bahas Proyek IPAL

Frank juga membantah tudingan mengenai pertemuan antara Bupati Gusril, mantan Kepala Dinas Kesehatan Kaur Yasman dan Dian Putri Bungsu yang disebut membahas proyek.

Menurut dia, informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta yang diketahuinya. Ia menjelaskan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dikaitkan dengan isu tersebut dilaksanakan pada 2024.

“Pak Yasman memang pernah datang pada awal kepemimpinan Gusril, tetapi hanya menyampaikan progres pekerjaan yang sedang dikerjakannya. Tidak lama kemudian Yasman nonjob dan pindah ke Pemprov Bengkulu,” jelas Frank.

Frank meminta pemberitaan mengenai persoalan tersebut tidak dibangun berdasarkan asumsi maupun informasi yang belum terverifikasi.

Ia mengingatkan media agar terlebih dahulu melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan sebelum menarik kesimpulan.

“Saya melihat berita yang menyudutkan Gusril Pausi terlihat sangat tendensius. Banyak kalimat yang tidak utuh dan dipotong-potong sehingga mengarahkan opini agar masyarakat menilai buruk terhadap Gusril,” katanya.

Frank juga meminta media yang bersangkutan tidak kembali menyebarkan informasi yang menurutnya belum terverifikasi. Ia menyatakan pihaknya akan terus memantau pemberitaan yang berkaitan dengan Bupati Kaur.

“Kalau masih ada pemberitaan dan tidak melalui verifikasi maupun konfirmasi, kami tidak segan-segan memberikan teguran, termasuk somasi,” tegasnya.

Ia berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mendukung pembangunan di Kabupaten Kaur dan Bengkulu secara objektif.

“Saya minta kepada kawan-kawan, ayo kita dukung kepemimpinan dan pembangunan yang baik. Putra daerah yang baik akan bekerja keras untuk Bengkulu. Jangan menjatuhkan, apalagi dengan fakta yang belum teruji,” pungkasnya.(TB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *