TARUTUNG – Mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), jajaran Kodim 0210/TU melalui para Bintara Pembina Desa (Babinsa) terus meningkatkan monitoring wilayah sekaligus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan.
Langkah pencegahan ini dilakukan menyusul terjadinya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah di Indonesia yang berpotensi menimbulkan kabut asap serta mengganggu aktivitas masyarakat.
Babinsa yang tersebar di wilayah Kodim 0210/TU, meliputi Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Toba, Samosir, dan Tapanuli Utara, terus melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah, khususnya kawasan yang memiliki potensi terjadinya kebakaran.
Kodim 0210/TU yang berada di bawah jajaran Korem 023/Kawal Samudera dan Kodam I/Bukit Barisan juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, kepolisian, instansi terkait, serta masyarakat dalam upaya mencegah terjadinya karhutla.
Dandim 0210/TU Letkol Arm Kiky Hardian, S.Sos., mengatakan, sebagai Aparat Komando Kewilayahan (Apkowil), seluruh prajurit memiliki tanggung jawab untuk memantau perkembangan situasi dan kondisi wilayah binaan.
Menurutnya, pencegahan karhutla membutuhkan kewaspadaan dan keterlibatan seluruh pihak. Terlebih wilayah Kodim 0210/TU memiliki kawasan hutan dan lahan yang cukup luas.
“Sebagai Aparat Komando Kewilayahan, kami beserta seluruh prajurit di jajaran akan terus melaksanakan tugas untuk memantau perkembangan serta situasi dan kondisi di wilayah Kodim 0210/TU,” ujar Kiky.
Ia juga menginstruksikan para Danramil dan Babinsa untuk terus berkoordinasi dengan instansi terkait serta masyarakat dalam melakukan pencegahan dan penanganan potensi karhutla.
“Laksanakan tugas kalian dengan berani, tulus dan ikhlas. Jaga kekompakan dan soliditas dalam setiap kegiatan serta perhatikan faktor keamanan,” tegasnya.
Kiky mengingatkan seluruh jajaran agar tidak lengah dalam melakukan pemantauan wilayah. Setiap perkembangan yang berpotensi menimbulkan kebakaran harus segera diantisipasi dan dikoordinasikan dengan pihak terkait.
“Ingat, daerah kita termasuk wilayah yang banyak lahan dan hutan. Oleh karenanya, lakukan pengecekan dan monitor wilayah kalian masing-masing dan selalu bersinergi dengan instansi terkait lainnya maupun masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Danramil 22/Tarutung Kapten Inf Gayor Sihombing mengatakan, pihaknya menindaklanjuti arahan Dandim 0210/TU dengan mengerahkan personel Babinsa untuk melakukan pengecekan dan monitoring wilayah.
“Berdasarkan arahan dan bimbingan Bapak Dandim 0210/TU, kami bersama personel Babinsa diperintahkan melakukan pengecekan dan monitoring wilayah guna memastikan daerah kami tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan,” jelas Gayor.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas dan berdampak terhadap lingkungan serta aktivitas masyarakat.
“Untuk itu, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan. Jika menemukan potensi kebakaran, segera laporkan kepada aparat atau instansi terkait,” imbaunya.
Monitoring dan pengecekan tidak hanya dilakukan di wilayah Koramil 22/Tarutung, tetapi juga dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Koramil jajaran Kodim 0210/TU.
Kegiatan pemantauan hutan dan lahan tersebut dilaksanakan pada Rabu (26/8/2026) sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan karhutla di wilayah Kabupaten Humbahas, Toba, Samosir, dan Tapanuli Utara.(Surya)

