Bupati Asahan Hadiri Penahbisan Pendeta HKBP, Tegaskan Kerukunan Umat Beragama sebagai Pilar Pembangunan Daerah

ASAHAN – Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menghadiri acara Penahbisan Pendeta Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang digelar di Gereja HKBP Kisaran Kota, Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 13.20 WIB. Kehadiran Bupati bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Asahan dalam mendukung kehidupan beragama yang harmonis serta memperkuat nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat.

Prosesi penahbisan berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Acara tersebut dihadiri Ephorus HKBP Pdt. Viktor Tinambunan beserta jajaran HKBP Pusat, para pendeta Resort Distrik XIII, Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kabupaten Asahan, para jemaat, pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan, serta tamu undangan dari berbagai kalangan.

Dalam sambutannya, Bupati Asahan menyampaikan ucapan selamat kepada para hamba Tuhan yang resmi ditahbiskan menjadi Pendeta HKBP. Ia menegaskan bahwa penahbisan bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan awal dari sebuah panggilan mulia untuk mengabdi dan melayani umat dengan penuh kasih, ketulusan, dan tanggung jawab.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Asahan, saya mengucapkan selamat kepada para hamba Tuhan yang hari ini ditahbiskan menjadi Pendeta HKBP. Selamat melayani dan selamat mengemban panggilan mulia,” ujar Taufik.

Bupati juga menekankan bahwa Kabupaten Asahan merupakan rumah bersama bagi seluruh masyarakat yang hidup dalam keberagaman agama, suku, dan budaya. Menurutnya, perbedaan merupakan kekuatan yang harus terus dijaga untuk mewujudkan Kabupaten Asahan yang sejahtera, religius, maju, dan berkelanjutan.

Ia turut mengapresiasi peran HKBP yang selama ini aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pelayanan gereja, pendidikan, kegiatan sosial, serta pembinaan umat. Kontribusi tersebut dinilai telah membantu menciptakan masyarakat yang berakhlak, memperkuat nilai moral, serta menjaga keharmonisan hubungan antarumat beragama.

“Pemerintah Kabupaten Asahan berkomitmen untuk terus menjaga kerukunan umat beragama sebagai modal utama pembangunan. Pembangunan akan berjalan dengan baik apabila masyarakat hidup dalam suasana damai, saling menghormati, dan menjaga persatuan,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menitipkan tiga pesan kepada para pendeta yang baru ditahbiskan. Pertama, menjadi perekat persatuan dengan merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang serta terus menanamkan nilai-nilai toleransi. Kedua, menjadi pelayan yang hadir di tengah berbagai persoalan umat, mulai dari kemiskinan, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba hingga persoalan keluarga. Ketiga, menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi, karena keberhasilan pembangunan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah dan tokoh agama.

Melalui momentum penahbisan tersebut, diharapkan para pendeta yang baru ditahbiskan mampu menjadi pemimpin rohani yang membawa damai, harapan, serta semangat persaudaraan di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat kehidupan beragama yang rukun demi mendukung kemajuan Kabupaten Asahan.(Surya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *