BELAWAN, Tintabangsa.com – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Upacara Penyambutan Personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–PNG Yonif 126/Kala Cakti (KC) Tahun 2026 yang digelar Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan (Kodam I/BB) di Dermaga Gudang 104 Pelabuhan Ujung Baru Belawan, Senin (20/7/2026) pagi.
Upacara yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa sebagai bentuk penghormatan atas keberhasilan para prajurit menuntaskan tugas pengamanan perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah Papua.
Turut hadir dalam kegiatan itu perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Utara, sejumlah pejabat TNI-Polri, jajaran Kodam I/Bukit Barisan, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., Bupati Batu Bara, serta tamu undangan lainnya.
Kehadiran Bupati Asahan menjadi wujud dukungan pemerintah daerah terhadap para prajurit yang telah menyelesaikan tugas negara menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perbatasan Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Asahan menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh personel Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 126/KC atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama menjalankan tugas.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Asahan, saya mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh prajurit Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 126/KC. Keberhasilan dalam menjalankan tugas di wilayah perbatasan merupakan bentuk nyata pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Taufik.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama bertugas di wilayah perbatasan dapat menjadi bekal berharga untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Suasana penyambutan berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat kebersamaan. Kehangatan terlihat saat para prajurit disambut oleh pimpinan Kodam I/Bukit Barisan, keluarga yang telah lama menanti kepulangan mereka, serta para tamu undangan yang hadir.
Di balik langkah tegap para prajurit yang kembali ke markas, tersimpan kisah panjang tentang pengabdian, perjuangan, dan kerinduan. Selama menjalankan misi pengamanan perbatasan RI–PNG di Papua, mereka rela meninggalkan keluarga demi mengemban amanah negara menjaga keutuhan wilayah Indonesia.
Kini mereka pulang, bukan hanya membawa perlengkapan dan pengalaman bertugas, tetapi juga membawa kebanggaan karena telah menunaikan tugas menjaga Merah Putih di tapal batas negeri dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.(Surya)

