Mukomuko, tintabangsa.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Mukomuko melalui Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM), Yulianto Darmawan, S.Hut., memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Ipuh atas komitmennya dalam mendukung percepatan pencegahan dan penurunan stunting melalui pelaksanaan Rembuk Stunting tingkat kecamatan untuk perencanaan Tahun 2027.
Apresiasi tersebut disampaikan Yulianto Darmawan saat menghadiri Rembuk Stunting Tingkat Kecamatan Ipuh yang digelar di Aula Kantor Camat Ipuh, Senin (6/7/2026).
Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Dicki tersebut juga mengapresiasi pemerintah desa di Kecamatan Ipuh yang telah menyelesaikan pelaksanaan rembuk stunting di tingkat desa sebagai bagian dari penyusunan rencana kerja penanganan stunting Tahun 2027.
Menurut Dicki, rembuk stunting merupakan tahapan penting untuk memastikan berbagai program prioritas pencegahan dan penurunan stunting dapat diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan, baik di tingkat desa, kecamatan, maupun kabupaten.

Ia menegaskan, Dinas PMD Kabupaten Mukomuko mendukung penuh pelaksanaan rembuk stunting karena menjadi wadah koordinasi seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan langkah-langkah strategis penanganan stunting.
“Kemarin kita sudah bermusyawarah di tingkat desa, sekarang dilanjutkan di tingkat kecamatan. Rembuk stunting setiap tahun selalu dilaksanakan, begitu juga pemaparan mengenai penyebab dan upaya pencegahan stunting. Namun, faktanya kasus stunting masih ditemukan. Salah satu akar persoalannya adalah masih adanya ibu hamil yang enggan memeriksakan kehamilan dan datang ke Posyandu. Di sinilah peran kita bersama, terutama kader Posyandu, untuk terus melakukan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat,” ujar Dicki.
Ia juga mengajak seluruh peserta rembuk untuk menyusun dan menyepakati berbagai usulan prioritas yang nantinya akan diajukan ke Pemerintah Kabupaten Mukomuko, khususnya program-program yang tidak dapat dibiayai melalui Dana Desa.
“Melalui rembuk ini kita sepakati bersama usulan prioritas yang akan dibawa ke tingkat kabupaten, terutama kegiatan yang tidak dapat didanai melalui Dana Desa sehingga dapat menjadi perhatian pemerintah daerah,” katanya.

Sementara itu, Rembuk Stunting Tingkat Kecamatan Ipuh dibuka secara resmi oleh Camat Ipuh, Sepradanur, S.Sos. Jalannya kegiatan dipandu Sekretaris Kecamatan Ipuh, Buyung Andri, S.Sos.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala UPTD Puskesmas Ipuh dr. Jelius Hadinata, Danramil 428-02/Ipuh Kapten Inf. Aprian Suprianto, SAP, perwakilan Polsek Ipuh, Kasi Ekobang Kecamatan Ipuh Hernita, S.Sos., Penyuluh Keluarga Berencana (PLKB), pendamping desa, kepala desa atau perwakilan dari 16 desa se-Kecamatan Ipuh, Bunda PAUD Kecamatan dan Desa, para kepala seksi beserta staf Kecamatan Ipuh, serta tamu undangan lainnya.(ADV/AS)

