BENGKULU, Tintabangsa.com, -Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif menghadirkan solusi bagi pembangunan berkelanjutan. Melalui Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), UIN FAS Bengkulu membangun sinergi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bengkulu dalam mengembangkan program ekoteologi sebagai gerakan bersama menjaga kelestarian lingkungan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan strategis yang digelar di Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu, Rabu (14/1/2026). Pertemuan dihadiri Kepala PSLH UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Fadilah, S.Si., M.Si., C.EIA., C.TL., C.PS., bersama jajaran penyuluh agama, dan disambut langsung Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu, Dr. H. Nopian Gustari, S.Pd.I., M.Pd.I., serta Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Penyuluh Agama Islam Kota Bengkulu, Elly Agustina, S.Sos.I., M.TPd.
Diskusi berlangsung produktif dengan fokus membangun kolaborasi lintas sektor agar nilai-nilai keagamaan dapat menjadi kekuatan dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Melalui pendekatan tersebut, ekoteologi diharapkan tidak hanya menjadi konsep akademik, tetapi berkembang menjadi budaya yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala PSLH UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Fadilah, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan kajian ilmiah yang mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus mendukung kebijakan pemerintah.
Menurutnya, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu siap memberikan kontribusi melalui riset, pendampingan masyarakat, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan.

“Sinergi merupakan kunci keberhasilan. Akademisi menghadirkan landasan keilmuan, penyuluh agama menanamkan nilai-nilai spiritual, sementara pemerintah memperkuat melalui kebijakan. Jika ketiganya berjalan beriringan, maka ekoteologi akan menjadi gerakan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Fadilah.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu, Dr. H. Nopian Gustari, menyampaikan apresiasi atas komitmen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam mendukung penguatan program ekoteologi. Ia menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis agar setiap program memiliki dasar ilmiah sekaligus mampu diterapkan secara efektif di tengah masyarakat.
Menurutnya, penguatan kerja sama melalui Nota Kesepahaman (MoU) menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan program dapat berjalan secara berkesinambungan serta memberikan dampak yang lebih luas.
“Ekoteologi merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun kesadaran menjaga ciptaan Allah SWT. Dengan dukungan perguruan tinggi, penyuluh agama, dan pemerintah daerah, kami optimistis program ini dapat berkembang menjadi gerakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” ungkapnya.
Ketua Pokja Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Bengkulu, Elly Agustina, menambahkan bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis dalam mengedukasi masyarakat melalui pendekatan keagamaan yang membumi. Nilai-nilai pelestarian lingkungan, menurutnya, perlu disampaikan dalam bahasa yang sederhana dan diwujudkan melalui aksi nyata yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kolaborasi ini, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Sinergi antara perguruan tinggi, Kementerian Agama, dan para penyuluh agama diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi serta memperkuat kesadaran ekologis masyarakat yang berlandaskan nilai keislaman, keilmuan, dan semangat menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.(ADV)

