oleh

Angka COVID-19 Melandai, Erna: Momentum Percepat Vaksinasi

Bengkulu, tintabangsa.com, -Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu Erna Sari Dewi mengatakan di tengah melandainya angka kasus COVID-19 di Provinsi Bengkulu, adalah sebagai momentum percepat pelaksanaan vaksinasi COVId untuk masyarakat.

Menurut Erna, selain kesadaran dalam penerapan prokes, masyarakat juga diharapkan kesadaran untuk di vaksin. Untuk itu pihaknya meminta agar seluruh komponen masyarakat memanfaatkan pelaksanaan vaksinasi yang tersedia.

“Tidak dipungkiri, memang masih banyak juga orang-orang yang anti vaksin. Makanya tidak saja pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat harus lebih gencar lagi mensosialiasikan tujuan dan manfaat divaksin kepada masyarakat,” kata Erna, Kamis (19/8/21).

Meski demikian, Erna tetap meminta masyarakat untuk tetap selalu waspada dan jangan sampai lengah. Kewaspadaan ini kata dia adalah dengan meminimalisir penyebaran atau terpapar COVID-19, dengan selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam kehidupan sehari-hari.

“Sembari pemerintah melalui Satgas COVID-19 tetap tegas menegakan aturan yang berlaku. Seperti, larangan pesta pernikahan dan berkumpul” kata Erna.

Di tengah kesadaran masyarakat untuk divaksin sudah mulai tinggi, pemerintah juga harus sejalan dengan trend ini dengan siap memafasilitasi pelaksanaan dan ketersediaan vaksin.

Oleh karena itu kata politisi Nasdem ini, persoalan tersebut agar menjadi konsen guna dicarikan solusinya, sehingga ketersediaan vaksin menkafer seluruh masyarakat Provinsi Bengkulu.

Sementara perkembangan kasus Covid 19 di Provinsi Bengkulu, hingga tanggal 18 Agustus 2021 kemarin, jumlah kasus aktif konfirmasi positif sebanyak 3.528 orang.

Sedangkan total kasus konfirmasi sampai saat ini sebanyak 21.573 orang, sembuh 17.705 orang, serta yang meninggal 340 orang.

Dibagian lain untuk realisasi vaksin, tenaga kesehatan (nakes) dosis 1 sebesar 95,5 persen, dosis 2 sebesar 88,2 persen, dosis 3 sebesar 9,21 persen.

Lalu vaksin Lansia, dosis 1 sebesar 17,2 persen dan dosis 2 sebesar 11,46 persen. Kemudian petugas publik, dosis 1 sebesar 91,5 persen dan dosis 2 sebesar 56,9 persen.

Selanjutnya vaksin masyarakat umum, dosis 1 sebesar 7,4 persen dan dosis 3,6 persen, serta vaksin remaja, dosis 1 sebesar 2,7 persen dan dosis 2 sebesar 0,9 persen. (Adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed