Ketua Fraksi Golkar Usul Sebelum Paripurna Dewan Baca Pancasila

ADVERTORIAL235 Dilihat

Bengkulu, tintabangsa.com- Dalam momentum peringatan lahirnya Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Juni, Ketua Komisi 3 DPRD Provinsi Bengkulu, Drs. H. Sumardi, MM mengusulkan setiap awal pelaksanaan Rapat Paripurna DPRD diawali dengan pembacaan teks Pancasila oleh Anggota DPRD Provinsi Bengkulu. Dalam pembacaan teks Pancasila itu, bisa dilakukan secara bergantian dari masing-masing komisi atau fraksi. Setelah pembacaan teks Pancasila, kemudian dilanjutkan dengan lagu kebangasaan Indonesia Raya.

“Dengan langkah itu, Pancasila selalu dapat dihafal oleh masing-masing anggota DPRD Provinsi Bengkulu. Begitu juga dengan lagu Indonesia Raya,” ungkap Sumardi.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi ini menyebutkan, alasan pembacaan teks Pancasila diawal setiap kali rapat paripurna, karena sila-sila Pancasila masih ada saja penyelenggara negara yang disinyalir lupa. Apalagi butir-butir tiap sila untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan Sumardi menduga hal itu menjadi salah satu unsur yang menyebabkan adanya intoleransi dalam sebagian kecil atau kelompok masyarakat tertentu.

“Jika boleh diuji, kemungkinan saja para anggota dewan kita sudah tidak hafal Pancasila dan lagu kebangsaan. Mudah-mudahan saja tidak,” kata Sumardi, kemarin (31/5)
.
Lebih lanjut Anggota DPRD Provinsi dari daerah pemilihan (dapil) Kota Bengkulu ini menambahkan, alasan lainnya karena sekarang ini sangat jarang mendapatkan penataran 4 pilar kebangsaan. Bahkan jika ada hanya segelintir yang mengikutinya.

Padahal dengan penataran 4 pilar kebangsaan itu diakui, dapat memperdalam rasa berbangsa satu bangsa Indonesia, bertanah air satu tanah air Indonesia dan berbahasa satu bahasa Indonesia. Begitu juga rasa ke-Indonesiaan yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan daerah-daerah hingga pelosok tanah air.

“Dalam peringatan hari lahir Pancasila kali ini merupakan momentum yang tepat sejenak merenung rasa kebangsaan Indonesia untuk terus ditumbuhkembangkan lagi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan itu bangsa dan masyarakatnya diyakini semakin kuat,” demikian Sumardi.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *