Bengkulu, tintabangsa.com- Kenaikan harga kebutuhan pokok, khususnya daging sapi dan ayam potong, pada awal Ramadan dikeluhkan masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga (IRT). Keluhan itu mendapat sorotan dari Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi Bengkulu.

Menjawab aspirasi masyarakat tersebut, anggota sekaligus Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu Drs H. Sumardi MM langsung melakukan pemantauan ke Pasar Panorama, Kota Bengkulu. Dari pantauan tersebut, diketahui harga daging sapi mengalami kenaikan sebesar Rp 10 ribu per-Kilogram (Kg) dari harga sebelumnya sebesar Rp 130 ribu per-Kg. Begitu dengan harga daging ayam potong, naik sebesar Rp 5 ribu, dari harga Rp 35 ribu per-Kg menjadi Rp 40 sampai Rp 42 ribu per-Kg.

“Saya rasa kenaikan harga daging sapi dan ayam potong itu masih dalam batas ambang kewajaran. Apalagi daging yang diperjual-belikan pedagang, layak konsumsi,” ungkap Sumardi, kemarin.

Sumardi menjelaskan, dari sidak yang dilakukannya, ia menemukan daging yang dijual pedagang, banyak tidak habis terjual. Padahal saat ini sudah hari pertama umat muslim melaksanakan ibadah puasa. “Banyak tidak habis daging itu, menurut saya masyarakat sudah tidak begitu selera lagi memakan daging saat sahur. Malahan masyarakat sepertinya lebih memilih ikan, karena terpantau laris,” kata politisi Golkar yang juga anggota DPRD Provinsi dari daerah pemilihan (dapil) Kota Bengkulu ini.

Sementara itu, salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Panorama bernama Yenni (42) mengaku, kenaikan harga ayam potong sudah terjadi sejak tiga hari terakhir. Apalagi kenaikan harga ini rutin terjadi setiap kali datangnya bulan puasa Ramadan. Bahkan dirinya memperkirakan harga itu akan kembali naik, ketika menghadapi Lebaran Idul Fitri nanti.

“Kalau ayam potong ini kenapa harganya terus naik? hal itu karena pasokan daging ayam potong kita di Bengkulu masih kosong, sehingga kami terpaksa mengambil pasokan ayam dari Lubuk Linggau. Sedangkan untuk ayam potong kita di Bengkulu, para peternak ayam mengatakan masih butuh waktu beberapa pekan untuk panen. Kalau nanti pasokan ayam kita di Bengkulu sudah panen, saya rasa harga daging ayam potong kembali akan normal,” kata Yenni. (ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here