Polri Bersama Masyarakat Cegah Stunting, Kapolsek Seginim Dorong Sinergi Lintas Sektor

MANNA – Kepolisian Sektor (Polsek) Seginim turut mengambil bagian dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan angka stunting melalui kehadiran Kapolsek Seginim Iptu Walington Sinurat, S.H. bersama Bhabinkamtibmas dalam kegiatan Rembuk Stunting Tahun Anggaran 2027 Desa Tanjung Agung, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bersama bagi pemerintah desa, tenaga kesehatan, aparat keamanan, pendamping desa serta masyarakat untuk membahas persoalan stunting sekaligus menyusun langkah pencegahan yang dapat dilaksanakan secara terpadu.

Kapolsek Seginim Iptu Walington Sinurat, S.H. menyampaikan bahwa Polri mendukung penuh berbagai program pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, termasuk upaya mencegah terjadinya stunting pada anak.

Menurutnya, persoalan stunting tidak semata-mata berkaitan dengan kondisi kesehatan anak, tetapi juga memiliki dampak terhadap kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang. Karena itu, diperlukan kepedulian dan keterlibatan bersama mulai dari tingkat keluarga hingga seluruh unsur pemerintahan.

“Pencegahan stunting membutuhkan kepedulian bersama. Orang tua harus memperhatikan asupan gizi anak, rutin membawa anak ke Posyandu, menjaga kebersihan lingkungan serta memberikan ASI eksklusif bagi bayi,” ujar Kapolsek.

Ia menambahkan, jajaran Bhabinkamtibmas akan terus mendukung penyampaian edukasi kepada masyarakat di desa binaan. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran warga mengenai pentingnya kesehatan ibu dan anak.

Rembuk Stunting Desa Tanjung Agung turut dihadiri Camat Seginim, Danramil Kayu Kunyit yang diwakili Babinsa, Kepala Puskesmas Seginim, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa, Kepala Desa Tanjung Agung beserta perangkat desa, kader Posyandu, kader KPM, bidan desa serta masyarakat.

Dalam forum tersebut, pihak Puskesmas Seginim turut memaparkan kondisi stunting di Desa Tanjung Agung serta pentingnya pemenuhan kebutuhan kesehatan dan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Masa tersebut menjadi salah satu periode penting dalam tumbuh kembang anak dan upaya pencegahan stunting.

Komentar