Jakarta, – Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, PT Jasa Raharja (Persero) menggelar kegiatan bertajuk “Jasfren Peduli: Melayani Sepenuh Hati, Bersama Menjaga Keselamatan untuk Negeri” di QQ Kopitiam, Menteng, Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk sharing session dan talkshow tersebut menjadi momentum bagi Jasa Raharja untuk mendengarkan pengalaman masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran bahwa pelayanan, kepatuhan, dan keselamatan transportasi merupakan tanggung jawab bersama.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, mengatakan Hari Pelanggan Nasional tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi kesempatan untuk kembali mendengarkan kebutuhan dan harapan masyarakat.
“Bagi Jasa Raharja, pelanggan yang kami sebut Jasfren bukan hanya orang yang menerima layanan. Jasfren adalah alasan kami terus memperbaiki diri. Kami ingin memastikan bahwa ketika masyarakat membutuhkan Jasa Raharja, mereka mendapatkan pelayanan yang cepat, mudah, ramah, dan memberikan rasa aman,” ujar Awaluddin.
Menurutnya, Jasfren bukan hanya sapaan bagi pelanggan Jasa Raharja, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan yang menghubungkan berbagai kelompok masyarakat dalam satu tujuan keselamatan.
Semangat tersebut dirangkum melalui pesan “One Movement, Many Communities, One Safety Purpose”, yang mendorong masyarakat untuk tidak hanya menjadi penerima layanan dan informasi, tetapi turut berperan dalam membangun budaya keselamatan transportasi.
“Setiap hari adalah hari pelanggan. Yang paling penting adalah masyarakat benar-benar merasakan bahwa negara hadir ketika mereka membutuhkan,” katanya.
Fatalitas Korban Meninggal Turun 4,59 Persen
Komitmen Jasa Raharja dalam membangun keselamatan transportasi juga diwujudkan melalui berbagai program intervensi di titik-titik rawan kecelakaan.
Hingga Agustus 2026, berbagai intervensi tersebut turut berkontribusi terhadap penurunan tingkat fatalitas korban meninggal dunia sebesar 4,59 persen, atau berkurang sebanyak 329 korban dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Awaluddin menegaskan bahwa membangun budaya tertib berlalu lintas tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan keterlibatan aktif masyarakat bersama seluruh pemangku kepentingan agar upaya menekan risiko dan fatalitas kecelakaan dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, membangun budaya tertib berlalu lintas harus terus diperkuat melalui peran aktif seluruh masyarakat,” tegasnya.
Perkuat Transformasi Pelayanan Digital
Talkshow Jasfren Peduli yang dipandu Mpok Caca turut membahas berbagai aspek pelayanan Jasa Raharja, mulai dari pengalaman masyarakat dalam mengakses layanan, pemanfaatan kanal digital, kepatuhan membayar pajak kendaraan dan SWDKLLJ, hingga pentingnya perilaku tertib berlalu lintas.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan Bripda Ananda Rafi, anggota kepolisian sekaligus kreator konten, yang membagikan pengalaman mengenai pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi keselamatan.
Pendekatan komunikasi yang ringan, relevan, dan mudah dipahami dinilai penting untuk menjangkau masyarakat, khususnya generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, Jasa Raharja juga menjelaskan transformasi pelayanan melalui penguatan integrasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Korlantas Polri dan rumah sakit.
Integrasi tersebut memungkinkan informasi kecelakaan diterima lebih cepat sehingga proses verifikasi dan pemberian pelayanan kepada korban dapat segera dilakukan.
Transformasi pelayanan tidak hanya berfokus pada digitalisasi, tetapi juga diarahkan untuk memberikan kemudahan, transparansi, dan kepastian kepada masyarakat.
Jasa Raharja turut memperkuat akses informasi melalui aplikasi Jasfren. Melalui kanal tersebut, masyarakat, khususnya korban luka yang mendapatkan perawatan, dapat memperoleh informasi awal mengenai kecelakaan serta memeriksa detail surat jaminan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Teknologi bukan sekadar memindahkan proses manual menjadi digital. Ukuran utamanya adalah apakah teknologi tersebut benar-benar membuat pelayanan lebih mudah, transparan, dan memberikan kepastian bagi Jasfren,” tambah Awaluddin.
Hadir Lebih Dekat dengan Masyarakat
Pengalaman penerima pelayanan dan wajib pajak juga menjadi bagian dari talkshow. Berbagai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kemudahan pelayanan, akses informasi, dan kanal pembayaran digital dapat menciptakan pengalaman yang lebih baik sekaligus mendorong kepatuhan masyarakat.
Semangat Jasfren Peduli tidak hanya berlangsung di Jakarta. Dalam rangka Hari Pelanggan Nasional 2026, Jasa Raharja juga hadir lebih dekat dengan masyarakat di berbagai wilayah melalui sejumlah kegiatan pelayanan dan kepedulian.
Di antaranya dengan membagikan helm keselamatan kepada wajib pajak di kantor Samsat sebagai bagian dari kampanye keselamatan berlalu lintas, serta mengunjungi dan memberikan dukungan secara langsung kepada korban kecelakaan lalu lintas di wilayah kerja Jasa Raharja.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Jasfren Peduli menjadi momentum bagi Jasa Raharja untuk tidak hanya memberikan pelayanan, tetapi juga menunjukkan kepedulian secara nyata kepada masyarakat.
Kehadiran langsung di tengah masyarakat diharapkan semakin memperkuat kedekatan Jasa Raharja dengan para Jasfren sekaligus mendorong partisipasi publik dalam membangun budaya keselamatan transportasi yang berkelanjutan

