JAKARTA, Tintabangsa.com, -Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia menjadi kesempatan bagi Subholding Perkebunan PTPN IV PalmCo untuk memberikan apresiasi kepada ribuan pekerjanya. Tahun ini, sebanyak 3.856 karyawan menerima penghargaan Yubileum atau apresiasi masa kerja yang diberikan secara serentak di berbagai wilayah operasional perusahaan di Indonesia.
Penghargaan tersebut diberikan kepada karyawan yang telah mengabdi selama 20, 25, 30 hingga 35 tahun. Apresiasi ini menjadi bentuk penghargaan perusahaan terhadap loyalitas dan kontribusi para pekerja dalam menjaga keberlangsungan operasional perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit.
Berdasarkan data internal perusahaan, penerima penghargaan terbesar berasal dari kategori masa kerja 30 tahun dengan jumlah 1.740 karyawan. Selanjutnya, sebanyak 1.665 karyawan menerima penghargaan masa kerja 25 tahun.
Sementara itu, penghargaan masa kerja 20 tahun diberikan kepada 253 karyawan, sedangkan kategori masa bakti terlama, yakni 35 tahun, diterima oleh 198 karyawan.
Dari sisi wilayah operasional, Regional III Riau menjadi wilayah dengan penerima penghargaan terbanyak, yakni 1.239 karyawan. Berikutnya Regional II Sumatera Utara sebanyak 925 karyawan, Regional I Sumatera Utara sebanyak 813 karyawan, Regional V Kalimantan sebanyak 491 karyawan, dan Regional IV Jambi sebanyak 388 karyawan.
Apresiasi Loyalitas dan Penguatan SDM
Direktur Utama PTPN IV, Jatmiko K. Santosa, mengatakan pemberian penghargaan masa kerja merupakan bagian dari pemenuhan hak sekaligus bentuk apresiasi perusahaan terhadap pekerja yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga selama puluhan tahun.
Menurutnya, keberhasilan konsolidasi bisnis PTPN pascapembentukan subholding tidak terlepas dari peran para pekerja, khususnya karyawan senior yang selama ini menjaga stabilitas operasional di kebun maupun pabrik.
“Penggabungan entitas dan integrasi tata kelola dalam beberapa tahun terakhir tentu membawa dinamika tersendiri. Namun, keberadaan 3.856 pekerja yang hari ini menerima penghargaan menjadi bukti bahwa stabilitas di kebun dan pabrik tetap terjaga,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulis.
Ia menegaskan, dinamika industri kelapa sawit global menuntut perusahaan untuk terus beradaptasi melalui pemanfaatan teknologi dan pembenahan manajemen. Namun, transformasi tersebut tetap harus berjalan beriringan dengan pemenuhan kesejahteraan pekerja.

“Apresiasi ini bukan hanya rutinitas seremoni tahunan. Di tengah transformasi bisnis dan target produktivitas nasional, jaminan atas hak-hak pekerja serta apresiasi atas loyalitas menjadi variabel penting untuk menjaga produktivitas berkelanjutan,” katanya.
Jatmiko juga menekankan pentingnya menciptakan iklim kerja yang kondusif di seluruh unit operasional. Pengalaman pekerja senior, kata dia, merupakan modal penting untuk melakukan transfer pengetahuan kepada generasi pekerja yang lebih muda.
“Tantangan industri ke depan adalah bagaimana mengombinasikan pengalaman lapangan dari karyawan senior dengan inovasi digital yang dibawa oleh generasi baru. Sinergi ini yang kami dorong di seluruh unit kerja,” jelasnya.
35 Tahun Mengabdi, Dari PTP VI hingga PalmCo
Salah satu penerima penghargaan masa kerja 35 tahun adalah Marihot Tambunan, pekerja di Regional V. Ia merupakan satu dari 43 karyawan di wilayah tersebut yang menerima penghargaan untuk masa bakti terlama tahun ini.
Marihot mengawali kariernya sebagai Krani Teknik pada akhir dekade 1980-an di Kebun Tajati, Kalimantan Timur. Saat itu, kebun tersebut masih berada di bawah pengelolaan PT Perkebunan VI (PTP VI).
Perjalanan panjang kariernya membuat Marihot turut melewati berbagai perubahan struktur dan entitas perkebunan, mulai dari PTP VI, kemudian PTPN XIII, hingga akhirnya menjadi bagian dari PTPN IV Regional V dalam struktur Subholding PalmCo.
“Saya mulai bekerja di Kebun Tajati saat fasilitas dan aksesibilitas wilayah operasional di Kalimantan Timur masih sangat terbatas. Menjalani masa kerja selama 35 tahun membuat saya menyaksikan langsung berbagai fase perubahan organisasi,” ungkap Marihot.
Menurutnya, perubahan struktur perusahaan membuat pekerja harus terus beradaptasi dengan sistem administrasi dan standar operasional yang berkembang.
“Setiap pergantian struktur tentu ada penyesuaian. Kuncinya di lapangan adalah fokus pada tugas dan menjaga komunikasi antarpekerja. Dari zaman PTP VI hingga PalmCo saat ini, prinsip kerja di perkebunan tetap sama: kedisiplinan dan menjaga kondisi tanaman,” tuturnya.
Bagi Marihot, penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan perusahaan atas perjalanan panjang para pekerja sekaligus memberikan manfaat bagi kesejahteraan keluarga.
“Bagi kami di lapangan, pengakuan atas masa kerja ini tentu memberikan rasa dihargai. Harapan saya, koordinasi antara manajemen dan pekerja di unit kebun dapat terus ditingkatkan agar operasional perusahaan semakin solid,” ujarnya.
Diberikan Serentak di Unit Kebun dan Pabrik
Penghargaan Yubileum diberikan sesuai dengan jenjang masa bakti masing-masing pekerja. Bentuk apresiasi meliputi sertifikat penghargaan serta dana penghargaan masa kerja sesuai ketentuan perusahaan.
Manajemen PTPN IV menyebutkan penyerahan penghargaan dilakukan di berbagai unit kebun dan pabrik pengolahan kelapa sawit di seluruh Indonesia setelah rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Di tingkat regional, penyerahan penghargaan dipimpin masing-masing Region Head dan Manajer Unit. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan para pekerja penerima penghargaan, termasuk yang berada di wilayah operasional terpencil, memperoleh haknya secara tepat waktu.
Dengan jumlah tenaga kerja yang mencapai puluhan ribu orang, pemberian penghargaan masa kerja ini diharapkan semakin memperkuat hubungan industrial antara manajemen perusahaan dan Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN).
Bagi PalmCo, penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga loyalitas, kesinambungan pengetahuan, serta kekuatan sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan industri perkebunan ke depan.(Surya)

