BENGKULU, Tintabangsa.com, -Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bengkulu menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk respons terhadap berbagai kebijakan nasional yang dinilai semakin membebani masyarakat dan mengancam stabilitas ekonomi rakyat.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dan DPR. Mereka menilai kondisi ekonomi nasional saat ini membutuhkan langkah konkret dari pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi serta memperkuat nilai tukar rupiah guna melindungi daya beli masyarakat.
Koordinator aksi menyampaikan bahwa mahasiswa tidak ingin pemerintah hanya menjadi penonton di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Menurutnya, negara harus hadir dengan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, bukan justru menambah beban hidup masyarakat.
Selain mendesak pemerintah menjaga stabilitas ekonomi, massa aksi juga menolak berbagai kebijakan yang berpotensi memperparah kondisi ekonomi rakyat. Mahasiswa menyoroti kenaikan harga berbagai kebutuhan yang tidak diimbangi dengan perlindungan sosial yang memadai bagi masyarakat.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan di hadapan peserta aksi, mahasiswa juga mendesak pemerintah dan DPR untuk membuka ruang evaluasi terhadap berbagai regulasi yang menimbulkan polemik dan penolakan di tengah masyarakat. Mereka menilai setiap kebijakan harus lahir dari proses yang transparan, partisipatif, dan mengedepankan kepentingan publik.
BEM Universitas Bengkulu turut mengajak seluruh elemen masyarakat, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan mahasiswa untuk bersama-sama mengawal kebijakan publik secara kritis dan konstruktif. Mahasiswa menegaskan bahwa kontrol sosial merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menekankan pentingnya menjaga prinsip-prinsip demokrasi, menjunjung tinggi kedaulatan rakyat, serta memastikan setiap kebijakan negara benar-benar berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
“Kami menolak segala bentuk kebijakan yang merugikan rakyat dan berpotensi memperburuk kondisi ekonomi masyarakat. Pemerintah harus mendengar suara rakyat dan menjadikan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama,” tegas massa aksi dalam pernyataan sikapnya.
Aksi yang berlangsung damai itu ditutup dengan seruan agar pemerintah segera merespons berbagai tuntutan yang disampaikan mahasiswa. Mereka menegaskan akan terus mengawal setiap kebijakan publik demi memastikan kepentingan rakyat tetap menjadi orientasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan.(TB)

