Libatkan Muspika hingga Serikat Pekerja, PTPN IV Regional 1 Susun Dokumen Dampak Sosial Operasional Perusahaan

Asahan, Tintabangsa.com – Komitmen untuk membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat oleh PTPN IV Regional 1 Wilayah Grup Kabupaten Asahan. Hal itu ditunjukkan melalui kegiatan Penyusunan Dokumen Penilaian Dampak Sosial dan Lingkungan (Social Impact Assessment/SIA) Tahun 2026 yang digelar di Aula Balai Avros Kebun Sei Dadap, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan manajemen perusahaan dengan berbagai stakeholder guna mengidentifikasi, mengevaluasi, serta merumuskan dampak sosial yang muncul dari aktivitas operasional perusahaan di wilayah Kabupaten Asahan.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran manajemen kebun, di antaranya Manajer Kebun Sei Dadap Asfian Nasution, Manajer Kebun Aek Songsongan Juda Iskandar, SP, dan Manajer Kebun Huta Padang Faizal Fauzi Saragih. Turut hadir unsur pemerintah daerah, Muspika, para camat, kapolsek, danramil, perwakilan Asosiasi Petani Kelapa Sawit (APK), serikat pekerja SP-BUN, kelompok perempuan, vendor perusahaan, insan pers, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan yang difasilitasi oleh tim pendamping tersebut dibuka secara resmi oleh Manajer Kebun Sei Dadap, Asfian Nasution. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh stakeholder dalam proses penyusunan dokumen penilaian dampak sosial agar hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan.

Menurutnya, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari capaian produksi, tetapi juga dari kemampuan menjaga hubungan baik dengan masyarakat dan lingkungan sekitar wilayah operasional.

“Melalui forum ini kami ingin mendengar langsung berbagai masukan, pandangan, serta harapan dari masyarakat dan para pemangku kepentingan. Setiap aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan penting dalam penyusunan dokumen penilaian dampak sosial sehingga program perusahaan ke depan dapat berjalan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, para peserta diberikan kesempatan menyampaikan pandangan terkait dampak sosial, peluang pemberdayaan masyarakat, kemitraan usaha, ketenagakerjaan, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan yang dinilai perlu ditingkatkan di masa mendatang.

Manajemen PTPN IV Regional 1 menilai dokumen Social Impact Assessment bukan sekadar pemenuhan aspek administrasi perusahaan, melainkan instrumen penting dalam mewujudkan tata kelola perkebunan yang berkelanjutan, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Melalui penyusunan dokumen ini, perusahaan berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara perusahaan, pemerintah, pekerja, dan masyarakat. Dengan demikian, setiap program yang dijalankan dapat memberikan dampak positif, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta menciptakan hubungan kemitraan yang harmonis dan berkelanjutan di wilayah operasional PTPN IV Regional 1 Grup Kabupaten Asahan.(Surya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *