Waka I DPRD Bengkulu Soroti Dugaan Minim Transparansi CSR Perusahaan: “Dana Tidak Terlihat, Laporan Tidak Ada”

Bengkulu, Tintabangsa.com, -Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, melontarkan kritik keras terhadap pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan di Bengkulu yang dinilai minim transparansi dan nyaris tanpa pengawasan yang jelas.

Melalui forum CSR, DPRD berencana mempertanyakan langsung realisasi program tanggung jawab sosial perusahaan yang selama ini disebut-sebut telah disalurkan kepada masyarakat, namun tidak pernah disertai laporan terbuka.

“Sejauh ini belum ada satu rupiah pun yang masuk melalui program CSR. Alasannya dana tersebut sudah dibagikan langsung kepada masyarakat, tetapi laporannya juga tidak ada,” kata Teuku.

Pernyataan itu memunculkan pertanyaan serius mengenai tata kelola CSR perusahaan di Bengkulu. Sebab, di tengah banyaknya perusahaan besar yang beroperasi dan mengambil keuntungan dari sumber daya daerah, kontribusi terhadap pembangunan justru dinilai belum terlihat nyata.

Teuku menilai klaim penyaluran CSR secara langsung ke masyarakat tidak bisa dijadikan alasan untuk mengabaikan transparansi. Menurutnya, setiap program CSR seharusnya memiliki data, laporan, dan mekanisme pengawasan yang jelas agar tidak sekadar menjadi formalitas atau pencitraan perusahaan.

Ia juga mengungkapkan telah meminta Gubernur Bengkulu untuk mengambil langkah strategis dan menunjukkan ketegasan terhadap perusahaan-perusahaan yang dinilai tidak memiliki kepedulian nyata terhadap kondisi daerah, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

“Dalam situasi daerah yang sedang melakukan efisiensi anggaran, perusahaan seharusnya hadir membantu, bukan justru berjalan tanpa arah dan tanpa transparansi,” ujarnya.

Kritik tersebut sekaligus menyoroti lemahnya kontrol terhadap implementasi CSR di Bengkulu. DPRD menilai pemerintah daerah tidak boleh membiarkan program CSR berjalan tanpa pelaporan dan evaluasi yang jelas, karena pada akhirnya publik tidak pernah mengetahui secara pasti ke mana dana CSR disalurkan dan siapa yang benar-benar menerima manfaatnya.

Forum CSR yang akan digelar nantinya diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi ruang evaluasi terbuka untuk mengaudit komitmen sosial perusahaan terhadap masyarakat Bengkulu.(TB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *