Ribuan Jamaah Padati Masjid Raya Baitul Izzah, Menag Nasaruddin Umar Ajak Perkuat Syukur dan Kepedulian Sosial

Bengkulu   — Ribuan jamaah memadati Masjid Raya Baitul Izzah, Kota Bengkulu, dalam kegiatan Tabligh Akbar yang menghadirkan Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, Kamis malam (23/4/2026).

Dalam tausiyahnya, Menteri Agama menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang dibangun di atas keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa, namun tetap mampu menjaga stabilitas dan kedamaian. Kondisi tersebut, menurutnya, merupakan anugerah besar yang patut disyukuri.

“Banyak negara yang lebih homogen justru dilanda konflik. Sementara Indonesia yang beragam tetap bisa hidup rukun. Ini patut kita syukuri,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa syukur tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Syukur, kata dia, tercermin dari kemampuan berbagi dan memberi manfaat kepada sesama.

“Syukur itu bukan hanya di lisan. Syukur itu ketika kita mampu membagi kebahagiaan kepada orang lain,” tegasnya.

Menag juga menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam, syukur memiliki tingkatan, mulai dari sekadar ucapan hingga sikap batin yang diwujudkan dalam perbuatan. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk memperkuat kepedulian sosial, seperti berbagi rezeki dan membantu sesama tanpa harus menunggu kondisi berlebih.

“Bukan soal banyak atau sedikit, tetapi bagaimana kita tetap bersyukur dan berbagi dalam kondisi apa pun,” lanjutnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa ujian dalam kehidupan tidak selalu bermakna buruk. Menurutnya, cobaan kerap menjadi cara Tuhan untuk mengingatkan manusia agar kembali mendekat.

“Ketika kita diuji, kita akan kembali mengingat Allah. Karena itu, jangan hanya bersyukur, tapi juga terus berdoa,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Saefudin, menyampaikan bahwa tabligh akbar ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat di tengah masyarakat.

“Ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi penguatan nilai keagamaan yang damai dan menyejukkan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tingginya antusiasme masyarakat Bengkulu dalam mengikuti kegiatan tersebut. Sejak sore hari, kawasan masjid telah dipadati jamaah, bahkan hingga meluas ke area sekitar.

Menurutnya, kehadiran Menteri Agama di Bengkulu sekaligus menjadi bentuk perhatian terhadap capaian daerah dalam mendukung program prioritas Kementerian Agama, termasuk implementasi ekoteologi melalui kegiatan pelepasan benih ikan di Danau Dendam Tak Sudah yang dilaksanakan sebelumnya.

Selain itu, Bengkulu juga dinilai berhasil dalam penguatan moderasi beragama. Pada tahun 2023, Desa Rama Agung di Kabupaten Bengkulu Utara ditetapkan sebagai desa kerukunan umat beragama terbaik tingkat nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *