Kepala Sekolah Ungkap Fakta Konsumsi MBG, Kapolres Pastikan Penyelidikan Berjalan

BENGKULU TENGAH, TINTABANGSA.COM.-Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 03 Kembang Seri mendadak menuai sorotan setelah 7 siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu yang dibagikan di sekolah. Insiden ini memicu kekhawatiran orang tua dan langsung mendapat perhatian aparat kepolisian.

Kepala SMPN 03 Kembang Seri, Tirta Wijaya, mengakui bahwa makanan sempat dikonsumsi siswa saat baru didistribusikan ke kelas. Namun, ia menegaskan guru-guru belum sempat ikut makan. “Saat ompreng sampai, beberapa siswa langsung membuka dan mengonsumsi. Guru belum ada yang makan,” jelasnya.

Tirta juga menyebut dirinya sempat mencicipi menu ayam yang disajikan. Ia mengklaim tidak menemukan masalah serius dari rasa maupun kondisi makanan, meski mengakui cita rasanya kurang maksimal. Meski begitu, pihak sekolah langsung mengambil langkah cepat dengan menghentikan konsumsi makanan begitu muncul indikasi masalah.

“Begitu ada laporan, langsung kita stop dan koordinasi dengan pihak penyedia (EBG). Kita bergerak cepat untuk mencegah hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Data sementara, sebanyak 6 hingga 7 siswa dari kelas 7, 8, dan 9 mengalami keluhan dan langsung dievakuasi. Mereka sempat dibawa ke ruang kepala sekolah sebelum akhirnya dirujuk ke puskesmas untuk penanganan lebih lanjut.

Di tengah situasi ini, muncul kritik dari wali murid yang mengaku tidak mendapat informasi awal saat anak mereka mengalami dugaan keracunan. Menanggapi hal tersebut, pihak sekolah membantah tudingan tersebut dan menyatakan komunikasi tetap dilakukan melalui guru dan grup wali kelas, terutama setelah siswa mendapat penanganan medis.

Sementara itu, Kapolres Bengkulu Tengah, AKBP Totok Handoyo, S.I.K., membenarkan adanya kejadian tersebut dan memastikan pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan mendalam.

“Benar, sedang kami dalami untuk memastikan penyebabnya. Kami akan lakukan pemeriksaan bersama pihak terkait,” ujarnya.

Hingga kini, penyebab pasti insiden tersebut masih menjadi tanda tanya. Pihak sekolah bersama kepolisian dan instansi terkait terus melakukan investigasi guna memastikan apakah keluhan yang dialami siswa benar dipicu oleh makanan MBG atau ada faktor lain di balik kejadian ini.(TB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *