ASAHAN, TINTABANGSA.COM — Upaya memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pendidikan Kabupaten Asahan terus dilakukan. Salah satunya melalui penandatanganan Komitmen Kolaborasi Program IKAN (Kurikulum Integrasi Anti Narkoba), Senin (24/8/2026).
Penandatanganan tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam rangka memperkuat sinergi pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan satuan pendidikan.
Kolaborasi tersebut menjadi langkah nyata untuk mendukung penerapan Kurikulum Integrasi Anti Narkoba (IKAN) sekaligus Program ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Anak Usia Dini) pada satuan pendidikan di Kabupaten Asahan.
Melalui program tersebut, edukasi mengenai bahaya narkotika diharapkan dapat diberikan kepada peserta didik sejak usia dini. Sasaran program mencakup jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Selain memberikan pemahaman kepada peserta didik, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas guru dan keterlibatan orang tua dalam mengenali potensi risiko penyalahgunaan narkotika serta melakukan pencegahan sejak dini.
Kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan dan BNN diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan komitmen, tetapi dapat diwujudkan melalui pelaksanaan program secara berkelanjutan di satuan pendidikan.
Dengan sinergi lintas sektor tersebut, lingkungan sekolah diharapkan menjadi ruang yang aman bagi peserta didik untuk tumbuh, belajar dan membangun karakter positif.
Program IKAN dan ANANDA BERSINAR sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan satuan pendidikan di Kabupaten Asahan yang sehat, aman, berkarakter, serta bebas dari penyalahgunaan narkotika.(TB)

