BENGKULU, Tintabangsa.com, -Pemerintah Provinsi Bengkulu mulai mengambil langkah resmi menyikapi beredarnya video viral bertajuk “Segar Sayang” yang ramai diperbincangkan di media sosial dan dikaitkan dengan seorang oknum pejabat di lingkungan Pemprov Bengkulu. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, memastikan pejabat yang dimaksud telah dipanggil untuk menjalani klarifikasi awal.
Menurut Herwan, pemanggilan dilakukan oleh tim yang terdiri dari Inspektorat Provinsi Bengkulu bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sebagai tindak lanjut atas informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
“Iya, tadi sudah kita panggil, dari pihak tim Inspektorat dengan BKD. Jadi sudah pemanggilan awal, nanti akan ditindaklanjuti. Tim yang melakukan pemanggilan dan tim juga yang akan menindak sesuai dengan aturan yang ada. Sudah diatur dalam ketentuan disiplin ASN,” ujar Herwan Antoni.
Ia menegaskan, proses penanganan akan dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN). Seluruh tahapan pemeriksaan, termasuk kemungkinan tindak lanjut, menjadi kewenangan tim yang telah dibentuk.
Video yang beredar luas di media sosial tersebut terdiri atas dua rekaman berdurasi singkat. Dalam rekaman pertama tampak seorang pria dan seorang wanita berada di dalam sebuah ruangan sambil berbincang. Percakapan keduanya kemudian memicu beragam spekulasi di ruang publik hingga video tersebut viral.
Sementara itu, rekaman kedua memperlihatkan seorang pria berada di dalam kamar mandi tanpa mengenakan baju. Hingga kini belum dapat dipastikan apakah kedua video tersebut saling berkaitan atau merupakan peristiwa yang berbeda.
Berdasarkan penelusuran awal redaksi, terdapat dugaan kemiripan pria dalam video dengan salah seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Namun, hingga berita ini diterbitkan, identitas pria dalam rekaman, lokasi, waktu perekaman, keaslian video, maupun konteks peristiwa belum dapat dipastikan secara independen. Belum ada pula pernyataan resmi yang mengonfirmasi bahwa sosok dalam video adalah pejabat yang dimaksud.
Informasi lain yang menyebut wanita dalam video bukan merupakan istri dari pria yang terekam juga masih sebatas keterangan sumber dan belum dapat diverifikasi. Karena itu, redaksi tidak menjadikannya sebagai fakta yang telah terbukti.
Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran disiplin ASN. Hingga proses tersebut selesai, belum ada keputusan maupun sanksi yang dijatuhkan kepada pejabat yang dipanggil.
Redaksi terus berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak yang diduga terkait guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang. Hak jawab tetap terbuka, dan berita ini akan diperbarui apabila terdapat keterangan resmi maupun hasil pemeriksaan dari pihak berwenang.(TB)

